Dinamakan Nasi Kucing, Nasi Lemak Kamal Kota Tanjungbalai Layak Dicoba  

Pelanggan saat menikmati Nasi Kucing (nasi lemak Kamal).

Tanjungbalai, Lintangnews.com | Mendengar nama nasi mungkin hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia.

Namun ada yang unik dan menggugah selera makan yaitu nasi dari Kota Tanjungbalai yang berada di tepi Sungai Asahan dinamakan ‘Nasi Kucing’.

Nama Nasi Kucing ini ternyata ucapan yang menjadi kebiasaan bagi masyarakat  menyebutnya. Dimana nama sebenarnya nasi lemak hanya saja kemasan bungkusannya menggunakan daun pisang ini berukuran mini (kecil).

Beramatkan di Jalan Julius Usman, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai ternyata Nasi Kucing sudah ada sejak tahun 1974. Usaha kuliner ini telah berjalan secara turun temurun hingga saat ini berada pada generasi ke 3.

Nasi yang berukuran mungil itu merupakan ide dari almarhumah Saiyah dan pada saat itu berharga Rp 150 per bungkusnya dan saat ini sudah diharga Rp 3.000. Namun tetap menjadi kuliner yang dicari masyarakat sekitar. Bahkan tidak jarang dari luar daerah seperti Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, kabupaten Labuhanbatu hingga Kota Medan datang untuk mencicipi Nasi Kusing itu.

Yuni yang merupakan cucu dari almarhumah Saiyah menjelaskan,Nasi Kucing ini ada 3 jenis lauknya, terdiri dari ikan laut sambal, lauk udang sambal dan ikan teri sambal.

“Omset penjualan Nasi Kucing ini mencapai dari 300  hingga 600 bungkus  per harinya. Kami buka dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,” sebutnya, Sabtu (16/10/2021).

Salah seorang anak lahapnya menikmati Nasi Kucing.

Kembali Yuni menceritakan, kebanyakan pelanggan berasal dari luar Kota Tanjungbalai. “Sebanyak 60 persen pelanggan dari luar kota dan kebanyakan etnis China, namunada  juga pejabat datang dan makan disini,” paparnya.

Menurut Yuni, pejabat yang pernah datang seperti Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) dan Bupati Asahan. Bahkan tidak jarang mereka menerima pesanan kiriman hingga dipaketkan ke Kota Medan.

Dirinya juga mengatakan, penjualan Nasi Kucing di hari biasa dengan hari libur bisa sangat berbeda hingga 2 kali lipat. Dimana omset penjualan di hari biasa terjual sebanyak 300 bungkus. Namun jika di hari Minggu atau hari libur bisa mencapai 600 bungkus hingga lebih.

“Terkadang ada juga yang memesan sampai 600 bungkus dikirim ke Medan. Apalagi kalau Hari Raya Imlek atau cCenbeng, omsetnya begitu tinggi,” ungkap Yuni.

Dikatakan Yuni, Nasi Kucing itu bukanlah nama nasi pemberian penjualannya, melainkan dari para konsumen.

“Sebenarnya nama nasi ini adalah nasi lemak Kamal. Namun karena porsinya kecil, pelanggan menamakannya nasi kucing, ada juga yang mengatakan nasi perang,” ungkapnya.

Selain Nasi Kucing, Yuni juga menyediakan kerang rebus sambal kacang nenas dengan harga Rp 2 ribu per porsinya. (Heru)