Ditangkap Polisi, Keluarga Tak Terima Meninggalnya Warga Sipahutar Diduga Dianiaya

Jenazah DS saat disemayamkan di rumah duka.

Taput, Lintangnews.com | Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Utara (Taput) tangkap seorang pria diduga penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu inisial DS (33), warga Dusun Pangipaipaan Desa Sipahutar I, Kecamatan Sipahutar, Rabu (13/10/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Berghen Silitonga (42) mengatakan, saat polisi menangkap adiknya di kediaman mereka membuat trauma ketakutan anggota keluarga. Terlebih saat penangkapan, polisi memukuli dan menodongkan senjata api (senpi) kepada DS disaksikan anak-anak.

“Saat membawa adik saya dari rumah, polisi menemukan bungkusan rokok warna coklat, bungkusan plastik dan botol plastik. Polisi membawak adik saya dari rumah dengan tangan di borgol,” terangnya, Minggui (17/10/2021).

Berselang 1 jam kemudian, polisi datang lagi ke rumah dan melakukan penggeledahan. “Polisi menanyakan timbangan pada adik saya, sembari diborgol dan dipukuli,” ucap Berghen.

Sebelumnya, Kamis (14/10/2021), pihak keluarga berniat menjenguk dan membawa pakaian DS ke Polres Taput, namun tidak diijinkan polisi untuk bertemu.

Jumat (15/10/2021), pihak keluarga mendapat kabar dari saudara mereka yang bekerja di RSUD Tarutung, jika DS telah meninggal dunia.

“Kami terkejut mendengar kabar kematiannya. Sebab selama ini tidak ada rekam medisnya mengidap penyakit apa pun selama dia hidup. Ini sudah laporkan kejadian ini ke Sie Propam Polres Taput dan meminta penegak hukum untuk melakukan proses hukum kepada pelaku yang menganiaya adik kami,” ujar Berghen.

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, tersangka DS merupakan bagian dari jaringan narkotika dan diketahui Jumat (15/10/2021), sekira pukul 11.30 WIB meninggal dunia di RSUD Tarutung.

“Keterangan dari penjagaan pada saat serah terima piket jaga, Kamis (14/10/2021), sekira pukul 08.00 WIB dan pengecekan tahanan tersangka DS dalam keadaan sehat dan tidak ada mengeluh sakit,” paparnya.

Lanjutnya, Jumat (5/10/2021) sekira pukul 08.00 wib, tersangka masih sehat dan bahkan ikut berjemur sinar matahari di lapangan Polres Taput. Namun tiba-tiba sekira pukul 11.00 WIB, tersangka mengeluh sakit lalu memanggil polisi yang menjaga tahanan.

“Lalu petugas membawa tersangka ke RSUD Tarutung dan setelah tiba disana diketahui meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan kesehatan Klinik Polres Taput dan identifikasi,tidak ada tanda-tanda luka dan memar di tubuh tersangka,” terang Aiptu Walpon.

Untuk memastikan penyebab meninggalnya tersangka, saat ini jenazahnya masih di autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumatera Utara.

Menanggapi hal itu, Kapolres, AKBP Ronal FC Sipayung membenarkan pihak keluarga sudah membuat laporan pengaduan di Polres Taput. “Ini akan kita tindaklanjuti,” ucapnya.

AKBP Ronal menuturkan, sudah ke rumah duka dan bertemu pihak keluarga yang meminta agar laporan mereka diproses.

“Kita sudah sampaikan apabila ada ketidakprofesional anggota, akan ditindak tegas. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada ketidakprofesionalan anggota dalam melakukan penangkapan,” papar Kapolres sembari menuturkan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan Labkrim Poldasu. (Frengki)