Dinas PMPPTSP Sumut Kunjungi Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei, Ini yang Dibahas

Dinas PMPPTS melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei. Foto: Istimewa

Medan, Lintangnews.com | Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Kunjungan dilakukan Kepala Dinas PMPPTSP Provinsi Sumut, Muhammad Effendi Pohan, M.Si didampingi Kabid Perencanaan Pengembangan, Sofyan Ahmadi Hutasuhut, Kasi Pengaduan dan Advokasi, Joy Land dan Kasi Pengembangan Promosi, Siti Zaleha.

Kunjungan itu dalam rangka koordinasi merumuskan strategi percepatan pengembangan kawasan industri untuk mendukung perekonomian di Sumut. Dalam kunjungan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, pihaknya diterima perwakilan PT Pelindo I.

Di sana banyak hal yang disampaikan, seperti pelabuhan yang mulai beroperasi penuh sejak 2019, akan terus dikembangkan dalam 3 tahap sampai tahun 2023. Total kapasitas mencapai 20 juta TEUs, dengan nilai investasi sebesar Rp 43 triliun.

Pelindo I juga akan memacu investasi melalui pengembangan kawasan industri Kuala Tanjung. Pada tahap I rencana pengembangannya seluas 3400 hektar atau sesuai dengan Penetapan Lokasi (PenLok) yang diperoleh, dan baru dibebaskan seluas 150 hektar.

Pada pengembangan tahap ketiga dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I akan membangun pelabuhan hub internasional. Dengan demikian, total kapasitas pelabuhan ini akan mencapai 20 juta TEUs.

Kadis PMPPTSP Sumut, Effendi Pohan mengapresiasi dan berkomitmen untuk memfasilitasi, berkoordinasi dengan lintas instansi dalam rangka percepatan pengembangan kawasan pelabuhan dan industri.

“Kami selaku leading sektor dalam penanaman modal dan investasi tentu akan mempermudah pelayanan penanaman modal dan perizinan bagi investor yang mau berinvestasi di Sumut,” katanya, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (12/12/2020).

Pihaknya berharap, dengan adanya pelabuhan dan kawasan industri Kuala Tanjung dapat menjadi motor pergerakan ekonomi Sumatera Utara.

Pihaknya juga berkunjung ke kawasan KEKSei Mangkei. Berdasarkan dari hasil kunjungan terlihat banyak hal yang harus disiapkan, guna investor mau membangun pabrik di dalam kawasan tersebut.

 Effendi menyampaikan akan memfasilitasi sesuai kewenangan tingkat nasional, provinsi dan kabupaten.

“Kami akan coba berkoordinasi dengan instansi teknis untuk percepatan penyediaan sarana prasarana pendukung, salah satunya dengan Kemenhub agar segera mengaktifkan jalur kereta api barang, dari kawasan KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung,” pungkasnya. (Den)