Dinilai Tak Hormati Komisi III DPRD Siantar, Daniel Siregar Dikeluarkan dari Ruangan

Plt Kepala BPBD Siantar, Daniel Siregar.

Siantar, Lintangnews.com | Rapat kerja Komisi III DPRD Siantar dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siantar yang dilaksanakan Kamis (19/11/2020) batal digelar.

Selain dinilai tidak layak, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Siantar, Daniel Siregar ternyata terlambat hadir, tidak sesuai dari jadwal yang disepakati.

Salah satu anggota Komisi III DPRD Siantar, Imanuel Lingga menuturkan, Daniel Siregar tidak layak menduduki jabatan Plt Kepala BPBD Siantar.

“Latar belakang ilmu Daniel itu sebagai pengajar tidak layak di BPBD, harusnya di instansi ini berlatar belakang teknik yang memimpin” ucap pria yang akrab dipanggil Noel ini.

Untuk menggantikan Daniel Siregar, Noel menilai, masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemko Siantar yang mampu menggantikannya sesuai latar belakang ilmu yang dimilikinya,” ujarnya.

Politisi PDI-Perjuangan ini mempertanyakan sikap Wali Kota, Hefriansyah menempatkan Daniel Siregar sebagai Plt Kepala BPBD Siantar. “Kenapa tidak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2018,” tutur Noel.

Ia menyampaikan, sikap yang diambilnya sesuai dengan pandangan Fraksi PDI-Perjuangan yang meminta agar Daniel Siregar dicopot dari jabatannya.

“Kita juga mendengar dari sejumlah rekan media, bahwa Daniel Siregar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kurang terbuka atas penyampaian informasi Covid-19. Sehingga memang sudah layak diganti. Kalau tidak diganti, kita pertanyakan sikap Wali Kota kenapa tetap mempertahankan Daniel Siregar,” tandasnya.

Ditambahkan rekannya sesama Anggota Komisi III DPRD Siantar, Dedy Putra Manihuruk menilai Daniel Siregar tidak menghormati dirinya bersama rekan komisi lainnya sampai terlambat 1 jam lebih.

“Sampai terlambat seperti itu berarti dia (Daniel Siregar) tidak serius membahas anggarannya,” kesal Dedy

Harusnya, sebut politisi Partai Hanura ini, Daniel Siregar jika harus terlambat memberikan keterangan secara permisi.

“Masa kita tanya lagi kemana pimpinan nya. Ini kan sudah aneh. Padahal yang mau dibahas anggaran dia,” tandasnya.

Sayangnya Daniel Siregar saat dikonfirmasi terkait dikeluarkannya dari ruangan Komisi III DPRD Siantar tidak mau memberi jawaban. Pesan yang dilayangkan lewat WhatsApp (WA) hanya dibacanya tanpa mau memberi jawaban. (Elisbet)