Disdik Batubara Sosialisasi Program Indonesia Pintar di Lima Puluh Pesisir

Kompol MA Ritonga menyampaikan paparannya mengenai PIP.

Batubara, Lintangnews.com | Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Batubara melakukan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Rabu (6/2/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman SMP Negeri 4 Lima Puluh Perupuk diikuti 26 sekolah, para orang tua pelajar, Kepala Desa (Kades) dan Kepala Sekolah (Kepsek). Hadir juga Sekretaris Kecamatan (Sekcam), N Sirait dan mewakili Kapolres Batubara, Kompol MA Ritonga (KabagSumda).

Suparmin mewakili Disdik Batubara menjelaskan, sebanyak 20.733 orang menerima PIP, namun yang terealissi18.007. Ini berarti ada 2.706 orang yang tidak didaftarkan lagi.

“Ini lah salah satu sebab anak itu tidak mendapat bantuan lagi. Kemungkinan sudah melanjut ke jenjang sekolah berikutnya, pindah sekolah atau tempat tinggal,” kata Suparmin.

Pihaknya mengharapkan kepada orang tua bisa bekerja sama agar anak-anak mereka bisa mendapat bantuan PIP. “Tanya dan daftarkan anak kita pada Kepsek dimana sekolahnya,” ungkap Suparmin.

Sementara Dian dari BRI Unit Lima Puluh menuturkan, pihaknya sebagai penyalur dana PIP yang ditunjuk pemerintah.

Kompol MA Ritonga menjelaskan, menurut  Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2014, program pemerintah di antaranya PIP di bawah naungan Disdik dan Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Dinas Sosial (Dinsos).

“Ini adalah program agar anak Indonesia bisa sekolah, termasuk melanjutkan pendidikan agar bisa sejahtera. Dalam Hak Azasi Manusia (HAM), anak-anak juga berhak utk mendapat pendidikan,” paparnya.

Dia juga menjelaskan, kehadiran pihaknya karena yang mengawasi program pemerintah itu di antaranya pihak Kepolisian, TNI dan semua warga negara Indonesia.

Kompol MA Ritonga menambahkan, Polres Batubara, juga meminta jangan mudah percaya berita hoak dan fitnah, serta harus mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg), sehingga nantinya berlangsung dengan aman dan damai.

Sementara itu, Patmawati warga Desa Bulan Bulan mempertanyakan mengapa anak-anaknya tidak pernah dapat bantuan, yang kebetulan bersekolah di Alwasliyah dan bukan sekolah negeri.

Dijelaskan narasumber dari Disdik, jika anak masih sekolah ,maka berhak mendapatkan walaupun bersekolah di Alwasliyah. Disebutkan juga, bantuan PIP bukan hanya di sekolah-sekolah negeri saja, tetapi harus sesuai syaratnya dan ketentuan yang berlaku, di antaranya mempunyai kartu PKH dan KKS. (wellas)