Ditanya Soal Sanksi Gubernur Kepada Sekda Siantar, Kepala BKD Sebut Itu Kewenangan Wali Kota

Kepala BKD Pemko Siantar, Zainal Siahaan. (elisbet/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Walaupun disebut telah menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kota Siantar, terhitung mulai selasa (24/9/2019), ternyata Kusdianto belum memasuki ruangan kerjanya.

“Belum masuk kantor, aku lagi di Medan ini. Ada kegiatan rapat masalah pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak ini,” sebut Kusdianto saat dikonfirmasi lewat telepon, Kamis (26/9/2019).

Saat ditanya kapan masuk ke ruangan kerjanya, Kepala Dinas Pariwisata ini sebut kemungkinan besok, Jumat (27/9/2019).

“Mungkin besok, karena sampai sore ini,” ucapnya sembari sampaikan akan lakukan konferensi pers.

Ketika disinggung, apakah telah lakukan serah terima jabatan dengan Budi Utari Siregar selaku Sekda yang lama, Kusdianto enggan memberi tanggapan. “Sudahlah besok saja ya di konferensi pers,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Siantar Zainal Siahaan saat dikonfirmasi terpisah, akui Surat Keputusan (SK) pemberhentian Budi Utari sebagai Sekda Siantar telah disampaikan secara lisan.

“Secara surat mungkin belum sampai, karena beliau sedang di luar kota,” ujarnya sembari sampaikan Wali Kota memindahkan Budi Utari ke staf Satpol PP.

Sambungnya, sesuai dengan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Provinsi Sumatera utara (Sumut), Wali Kota melakukan pemeriksaan khusus kepada Sekda terkait ada tugas yang tidak dilaksanakan.

“Ada juga yang melebihi kewenangan sesuai yang diberikan oleh Wali Kota. Sehubungan dengan itu, Gubernur Sumut memerintahkan Hefriansyah untuk memberikan sanksi Budi Utari selaku Sekda Santar,” ucap Zainal.

Saat disinggung apakah di surat Gubernur jelas menyebutkan bahwa yang dilakukan Budi Utari sebuah pelanggaran berat, sehingga dilakukan pencopotan, Zainal mencoba berdalih. Ia katakan, bahwa hal itu diberikan wewenangnya pada Wali Kota.

Sayangnya, saat diminta untuk menunjukkan surat perintah dari Gubernur tersebut, Zainal enggan memberikannya.

“Itu kan internal Wali Kota. Untuk surat pergantian Sekda juga masih sebatas lisan, suratnya belum. Kan Budi Utari masih di luar kota,” tutupnya. (Elisbet)