Dituding Lindungi Kesalahan PLD, Royani Harahap Kaitkan Persoalan PD Tanah Jawa

Royani Harahap selaku Tenaga Ahli Kemendes di Kabupaten Simalungun dan Nirwana Sihombing Pendamping Lokal Desa Nagori Bandar Dolok.

Simalungun, Lintangnews.com | Dituding melindungi kesalahan Nirwana Sihombing selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) di Nagori Bandar Dolok, justru Tenaga Ahli (TA) Kementrian Desa (Kemendes) di Kabupaten Simalungun, Royani Harahap malah mengaitkan soal penyimpangan yang dilakukan oknum Pendamping Desa (PD) Kecamatan Tanah Jawa, Lista Damanik.

“Kamu selalu silaf saja klu minta komentar, dari mulai kasus Lista (Lista Damanik, Pendamping Desa) di  Tanah Jawa kamu bilang saya membekapnya,” tulis Royani via WhatsApp (WA), Minggu (27/1/2019) sekira pukul 21.08 WIB.

Royani juga menegaskan, saat ini sekarang status Nirwana yang juga istri Pangulu Nagori Bandar Dolok menjabat PLD. “Kamu bilang saya membekapnya. Sebetulnya mau apa sih?,” sebut Royani.

“Saya gk pernah buat masalah apapun dengan kamu, tolong fahamkan itu. Trimakasi,” imbuh Royani melalui pesan singkat WA.

Terpisah, menanggapi tudingan masyarakat jika PD Kecamatan Dolok Panribuan, Ayunita Simarmata turut melindungi kesalahan Nirwana Sihombing, justru membantahnya.

“Masalah Nirwana nggak pernah ke lokasi tugas dampingannya, saya membantah. Tapi kalau ada masyarakat atau perangkat Nagori yang memang mengatakan bahwa mereka tidak mengenalnya, saya mau katakan apa, karena mungkin mereka tidak mengenalnya. Karena saya juga pasti masyarakat banyak yang ngga kenal,” sebut Ayunita.

Menurutnya, alasan para perangkat Nagori tidak mengenal Nirwana Sihombing sebagai pejabat PLD, karena di setiap rapat atau pun pertemuan, yang bersagkutan tak pernah turut bersama.

“Mereka (perangkat Nagori) tidak mengenalnya, karena dalam setiap rapat atau pertemuan di Nagori, PLD tersebut tidak pernah hadir. Ini alasan perangkat saat saya konfirmasi,” terangnya.

Ditambahkan Ayunita, jika pun ada keterangan para perangkat Nagori maupun masyarakat tidak mengenal Nirwana Sihombing dan tidak melakukan yang sepatutnya sesuai tuntutan profesi yang diemban, kemungkinan karena setelah menikah dengan oknum Pangulu, sehingga susah membedakan. (zai)