Dituding Penyaluran Benih Padi dan Jagung Tak Berkualitas, Kadistan Simalungun Berikan Keterangan Berbelit-belit

Kadistan Simalungun, Ruslan Sitepu.

Simalungun, Lintangnews.com | Melalui Dinas Pertanian (Distan) Pemkab Simalungun, sejumlah petani dikabarkan mendapat alokasi bantuan benih jagung dan padi dari pemerintah pusat dan dan pemerintah provinsi tahun 2021.

Disinggung kebenaran informasi yang disampaikan juru bicara Fraksi Demokrat pada rapat paripurna pemandangan umum fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Simalungun Tahun 2022, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), Ruslan Sitepu tidak membantahnya.

Namun saat dikonfirmasi wartawan, justru Ruslan terkesan memberikan keterangan yang berbelit-belit.

“Ya itu kan pengadaannya bukan di kita. Jadi semua pengadaan itu di Provinsi atau APBN,” ucapnya, Selasa (16/11/2021).

Lanjutnya, pengadaan benih jagung itu sesuai E-katalog (aplikasi belanja online). “Itu persoalannya, jagung sesuai E-Katalog yang dimaksud. Ada jagung ini, jagung yang bagus gak masuk di E-Katalog,” sebutnya.

Diulang apakah jagung yang dimaksud adalah cara pengadaan benih menggunakan sistem E-Katalog, Ruslan kembali memberikan keterangan yang membingungkan.

“Bukan, kan ada barang-barang ini. Ada di E-Katalog, jadi ada yang enggak. Misalnya Pioner 32, gak ada di E-Katalog,” ucap Ruslan.

“Ada Bisi 32. Kadang-kadang kan daerah tinggi rendahnya lahan harus dengan perawatan yang cukup insentif,” katanya kembali.

Disebutnya soal jumlah bantuan benih dari APBN dan Provinsi, Ruslan menjelaskan, ada 25 ribu hektar diberikan pada mereka. “Di daerah atas dan daerah bawah ada,” jelasnya terkait wilayah pendistribusian.

“Bukan soal unggulnya bukan gak unggul. Itu sudah lepas dari Balai Pengawasan Benih. Cuma kadang-kadang hujannya terlapau tinggi. Bagus, tetapi kadang-kadang perawatan harus insentif dari petani,” tukas Ruslan.

Dia juga menjelaskan, bukan artinya gak bagus benihnya, namun harus diperhatikan betul bagaimana pemupukannya. “Ada juga benarnya apa yang disampaikan oleh DPRD tadi. Tetapi bibit itu juga benar bagus, hanya perawatan dari petaninya yang kurang,” ujar Ruslan mengakhiri. (Zai)