Dituntut Hukuman Mati, 3 Kurir Sabu Diam Membisu di PN Kisaran

168
Ketiga terdakwa sedang mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU di kursi pesakitan PN Kisaran.

Asahan, Lintangnews.com | Tiga orang terdakwa dalam kasus peredaran narkoba dituntut hukuman mati, karena dinilai bersalah dan berusaha menyeludupkan sabu sebanyak 60 Kg dari Pekanbaru ke Medan.

Ketiga terdakwa yang dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara yaitu, Susanto alias Awi (36), Setiawan Al Ghazali alias Wan (24) dan Awi Kevin alias Adi (28), semuanya warga Provinsi Riau hanya bisa diam dan tertunduk mendengarkan tuntutan itu.

Mendengar JPU membacakan tuntutan, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut ketiga terdakwa.

Mereka diam membisu saat digelandang dari ruang sidang menuju mobil tahanan untuk dikembalikan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara.

Perbuatan ketiga terdakwa dinilai bertentangan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut dan meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan masing-masing terdakwa dengan hukuman mati,” kata JPU, David Silitonga, di Ruang Kartika PN Kisaran, Selasa (29/10/2019).

Jaksa menjelaskan, tuntutan itu diberikan kepada terdakwa, karena ketiganya tidak mengikuti program pemerintah untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika.

“Terdakwa Setiawan dan Susanto sebelumnya pernah melakukan perbuatan yang sama, yaitu mengantarkan sabu seberat 30 kilogram dari Riau menuju Palembang,” jelasnya.

Mendengar tuntutan yang diajukan JPU kepada Majelis Hakim yang diketuai Ulina Marbun beranggota Miduk Sinaga dan Nelly Andriani, ketiga terdakwa melalui penasehat hukumnya dari LBH Medan, Rahmad Abdillah menyatakan akan menyampaikan nota pledoi untuk dibacakan pada persidangan pekan depan.

“Kami mengajukan pledoi yang mulia,” kata Rahmad.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) memberhentikan 1 unit mobil Innova warna abu-abu nomor polisi (nopol) BM 1033 BA di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Batubara tepatnya di depan SMP Negeri 1 Limapuluh pada Jumat (12/4/2019) lalu sekira pukul 12.00 WIB.

Mobil tersebut dikemudikan Susanto. Di dalam mobil juga terdapat Setiawan Al Ghazali.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 60 buah bungkusan teh warna hijau yang diduga berisi sabu.

Pengakuan mereka berdua, hanya bertugas untuk mengantarkan sabu ke Medan dengan imbalan yang menggiurkan, namun keburu tertangkap.

Selanjutnya petugas BNN melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Awi Kevin.

Awi Kevin dalam kasus ini bertugas sebagai orang kepercayaan pemilik sabu bernama Atian (DPO) yang menyerahkan mobil Innova BM 1033 BA kepada Susanto dan Setiawan untuk dipakai mengantarkan sabu yang tersimpan dalam bungkusan teh warna hijau, bertuliskan aksara Cina pada Kamis 11 April 2019 pukul 23.00 WIB. (Heru)