DLH Siantar Sosialisasi Pentingnya Pembangunan Perhatikan Aspek Lingkungan

Siantar, Lintangnews.com | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemko Siantar, menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) berbasis jasa ekosistem.

Kegiatan ini dilakukan, karena menganggap pentingnya pembangunan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Kepala DLH, Dedy Tunasto Setiawan mengatakan, sosialisasi ini perlu disampaikan kepada para peserta terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan tim teknis lingkungan hidup, sebagai acuan untuk penyusunan rencana pembangunan di Siantar.

“Rangkaian bimtek ini akan menjadi modal ke depan dalam menjaga ekosistem di kota yang kita cintai ini,” ucap Dedy di acara sosialisasi dan bimtek, Selasa (29/10/2019).

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera (P3E) Kementrian Lingkungan Hidup, Amral Fery menyampaikan, berbagai sektor seperti perindustrian, pertambangan, pariwisata, transportasi, dan lainnya, hanya membuka usaha dan memperhatikan produksi.

“DLHK3 lah yang menjadi pihak yang bertugas mengawasi dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan berbagai sektor usaha tersebut. Sehingga diperlukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) bagi setiap instrumen rencana pembangunan, sebagai bahan pertimbangan dampak lingkungan yang akan dihasilkan dari setiap kegiatan pembangunan,” sebutnya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda, Kusdianto yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pemerintah wajib menyusun program perencanaan lingkungan hidup sustainable development. “Pembangunan harus mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan,” ucapnya.

Kusdianto menuturkan, daya tampung dan daya dukung dapat membantu ekosistem untuk Siantar. Sebab laju pertumbuhan ekonomi penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi berdampak terhadap penggunaan Sumber Daya Alam (SDA). Juga pemanfaatan ruang pembangunan yang diketahui salah satunya, yakni terjadinya alih fungsi lahan, terutama lahan produktif untuk lahan non pertanian. Termasuk belum optimalnya pemanfaatan rencana tata ruang yang berwawasan lingkungan dalam perencanaan pembangunan. (Elisbet)