Dua Oknum Personil Polres Toba Divonis 7,5 Tahun di PN Balige

Lokasi Polres Toba.

Toba, Lintangnews.com | Dua orang oknum personil Polres Toba yang terlibat peredaran narkotika jenis sabu-sabu pada bulan Februari 2022 lalu mengikuti sidang putusan, Rabu (15/6/2022).

Dalam sidang putusan, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige memvonis keduanya masing-masing 7,5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana 3 bulan penjara, Rabu (15/6/2022).

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan peredaran narkoba di Kabupaten Toba dan dikenakan pasal 114 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya kedua oknum polisi itu yakni, Briptu MP dan Briptu NPS dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan 8 tahun penjara dikurangi selama berada di dalam tahanan, denda sebesar Rp 3.460.000.000 dan subsider 6 bulan penjara.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige, Gilberth Sitindaon mengatakan, atas putusan itu, kedua terdakwa pada hari itu juga melakukan upaya banding.

Gilberth menambahkan, tidak menutup kemungkinan Kejari Balige juga akan melakukan upaya banding terhadap putusan tersebut.

“Upaya banding kita ada waktu 7 hari kedepan usai hakim memvonis hukuman 7,5 tahun kepada kedua terdakwa,” ujarnya, Jumat (17/6/2022).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Toba, Iptu Bungaran Samosir mengatakan, kemungkinan terhadap kedua oknum itu akan dilakukan kode etik Kepolisian. Bahkan tidak menutup kemungkinan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan dalam rapat Komisi III DPR RI pada tahun 2021 lalu menegaskan, setiap oknum polisi yang bermain dengan narkoba akan dilakukan pemecatan dan proses hukum.

Diketahui, Briptu MP dan Briptu NPS ditangkap Satuan Resese Narkoba Polres Toba, Senin (14/2/2022) lalu.

Ini atas pengembangan tangkapan salah seorang pengedar narkoba inisial JAM dari Desa Tangga Batu I, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba pada 8 Februari 2022. (Frengki)