Dua Warga Siantar Divonis 5 Tahun Tak Kunjung Dieksekusi Selama 9 Tahun

Novyeva Sianturi, Efi Risa Junita dan Sihar Tagor Josua selaku Tim Kuasa Hukum Rosmawaty Jingga.

Siantar, Lintangnews.com | Meskipun putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 285.K/Pid/2011 sudah berjalan sekitar 9 tahun, terpidana Herianto alias Acuan dan Hasan Thomas alias Apong yang dijatuhi penjara 5 tahun, belum juga dieksekusi.

IKLAN

Herianto, warga Jalan Merdeka Kota Siantar dan Hasan Thomas, warga Jalan Dalil Tani Kota Siantar itu sempat dinyatakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar tanggal 8 Desember 2011 silam dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemberatan dalam kalangan keluarga.

Terkait dengan itu, pengacara Novyeva Sianturi, Efi Risa Junita dan Sihar Tagor Josua mendatangi kantor Kejari Siantar, Selasa (15/9/2020). Tujuannya meminta penjelasan terkait eksekusi putusan MA itu.

Dijelaskannya, selain Acuan dan Apong, ada juga Adi Sufianto alias Pem Peng warga Jalan Merdeka dinyatakan bersalah. Namun saat mengajukan peninjauan Kembali (PK), vonis Pem Peng diputuskan onslagh yang artinya meski melakukan perbuatan, tetapi bukan tindak pidana.

“Kita mengetahui kedua terdakwa yang dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara itu sudah menandatangani kuasa kepada salah seorang pengacara. Karena itu, Jaksa sebagai eksekutor tidak punya alasan lagi untuk tidak melakukan eksekusi,” ujar Novyeva.

Menurutnya, eksekusi itu bukan hanya kepentingan seseorang atau individu Rosmawaty Jingga yang dirugikan. Namun demi penegakan hukum bagi semua masyarakat. Bahkan, kalau tidak dieksekusi, sama saja mengabaikan hukum di Indonesia.

Lanjutnya, Herianto, Thomas dan Adi Sufianto disebut melakukan pemalsuan semua keterangan waris, sehingga berhasil membawa kabur warisan ayah mereka, Tho Cing Seng yang sudah meninggal dunia dari dalam kotak SDB (Safety Deposit Box) di Bank CIMB Niaga.

Akibatnya, saksi korban Rosmawaty Jingga sebagai istri sah Tho Cing Seng dan salah seorang ahli waris mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar.

“Ketiga anak dari Tho Cing Seng memang berhak menerima ahli waris. Tetapi Rosmawaty Jingga sebagai istri sah, tidak mendapatkan warisan dari suaminya sendiri. Padahal, yang paling utama mendapat warisan adalah istri, baru anak,” ujar Efi Risa Junita.

Menurutnya, ada sesuatu yang sangat janggal mengapa putusan kasasi MA itu tidak dilaksanakan. Namun, kalau masalah ini tidak segera diselesaikan, jelas menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Sementara, sejak kasus tersebut disidangkan sekitar 10 tahun lalu, terpidana tidak pernah ditahan.

Lanjutnya, banyak kejanggalan yang mencuat ke permukaan mengapa putusan kasasi tidak dilaksanakan. Untuk itu, penasehat hukum Rosmawaty Jingga siap membongkar masalah tersebut. Apalagi kedua terpidana sudah menandatangani kuasa kepada pengacaranya.

“Ya putusan kasasi MA harus dieksekusi pihak Kejaksaan,” beber Novyeva juga diamini, Efi Risa Junita dan Sihar Tagor Josua.

Sementara, Kasi Intel, Bas Faomasi Jaya Laia yang dikonfirmasi itu membenarkan jika pihaknya sudah menerima pelaporan tim pengacara tersebut. “Benar kami sudah menerima pelaporannya,” tuturnya melalui pesan WhatsApp (WA). (Elisbet)

IKLAN