Dugaan Korupsi Dispora Mengambang, Kejari Tebingtinggi Diminta untuk Menuntaskan

Penggeledahan di kantor Dispora Tebingtinggi yang dilakukan Kejari Tebingtinggi di tahun 2019 lalu.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Meski sempat dilakukan penggeledahan atas kasus dugaaan korupsi di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemko Tebingtinggi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota setempat di tahun 2019, namun hingga hari ini kasus itu semakin senyap.

Saat penggeledahan itu, pihak Kejari Tebingtinggi menurunkan 7 orang personil yang dipimpin langsung Kasi Pidsus, Candra, Kamis (3/10/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Penggeladahan yang dilakukan tim Kejaksaan memakan waktu selama 4 jam. Dimulai dari dalam ruang data keuangan dan berlanjut ke ruang perencanaan.

Tetapkan Tersangka
Menanggapi senyapnya pemeriksaan dan hasil penggeledahan kantor Dispora Tebingtinggi, Muara Sonni Siregar selaku Ketua LSM Jaringan Pemantau Kewenangan Wilayah Sumut dan Tebingtinggi, Senin (20/1/2020) meminta agar Kejari Tebingtinggi untuk mengumumkan tersangka dugaan korupsi proyek di Gelanggang Olahraga (GOR) Asber Nasution.

Hal ini menurut Siregar, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pihak Kejaksaan atas dugaan korupsi yang sedang diperiksa dan sudah dilakukan penggeledahan kantor dengan menyita barang bukti.

Sebelumnya saat itu, Kasi Pidsus Chandra kepada wartawan mengatakan, penggeledahan itu dilakukan terkait adanya kasus dugaan korupsi proyek GOR Asber Nasution di Jalan Gunung Leuser, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Diantaranya, perbaikan jendela, kursi dan penambahan daya listrik milik Dispora tahun anggaran 2017.

Muara Sonni Siregar selaku Ketua LSM Jaringan Pemantau Kewenangan Wilayah Sumut dan Tebingtinggi.

Terkait kasus itu, pihak Kejaksaan mengamankan atau menyita 2 dokumen yang penting seperti berkas-berkas dan 2 unit laptop.

Sekedar diketahui kembali kasss dugaan korupsi itu telah dilakukan release press ke sejumlah media massa yang langsung dipimpin saat itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Muhammad Novel di gedung lantai 2 Kejaksaan, Jalan Yos Sudarso.

Saat itu, dikatakan Novel masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. “Kita tunggu sekitar 2 minggu lagi hasil audit kerugian keuangan negaranya dari BPK. Baru bisa kita sampaikan tersangkanya,” ujar Novel.

Ada 12 orang, termasuk pihak kontraktor atau rekanan yang sudah diperiksa dalam proyek rehabilitasi GOR Asber Tebingtinggi. Namun saat dugaan korupsi ini menyentuh tahap penyidikan, justru menegaskan prosesnya masih untuk menggali keterangan.

Beberapa dugaan kerugian negara disebutkan ada pada item penambahan daya listrik, perbaikan kursi dan jendela yang dilakukan rekanan CV Sinergi. Perusahaan itu diduga menyalahi pengerjaan yang nilainya mencapai sebesar Rp 199,43 juta.

Pekerjaan proyek sudah dilakukan pada tahun 2016 oleh CV Sinergi. Padahal saat itu proyek tersebut tidak ditampung di APBD Pemko Tebingtinggi tahun 2016. Dan baru dibuat dalam APBD tahun 2017.

Ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp (WA), Senin (20/1/2020) Kasi Pidsus, Chandra seputar perkembangan pemeriksaan penggeledahan kantor Dispora belum ada memberikan tanggapan. (Purba)