Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer, Kejari Siantar Periksa Mantan Kadisdik dan PPK

Kejaksaan Negeri Kota Siantar (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar sedang menyelidiki dugaan korupsi pengadaan komputer di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Siantar.

Pihak Kejari Siantar menyatakan terdapat dugaan mark up yang merugian keuangan negara dalam pengadaan komputer di beberapa sekolah.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Dostom Hutabarat menyampaikan, pihaknya tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) semasa dijabat Eddy Noah Saragih pada tahun 2019.

Proyek pengadaan komputer senilai Rp 2 miliar itu diduga diselewengkan di 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat hendak memenuhi kebutuhan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019.

“Ada dugaan mark up dengan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar untuk pengadaan komputer di sekolah tingkat SMP,” sebut Dostom, Jumat (22/1/2021).

Dalam hal ini, dia mengaku, pihak Kejaksaan telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak terkait, seperti mantan Kadisdik, Edy Noah Saragih dan Pejabat Pembuat Komiteman (PPK) bermarga Sitinjak.

Sampai saat ini, Dostom menyampaikan, Kejaksaan masih melakukan penelitian terkait dugaan korupsi tersebut.

“Apakah perlu atau tidak memanggil Plt Kadisdik, Rosmayana Marpaung yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris, kita akan bertanya kepada pimpinan,” ujarnya

Selain itu, Dostom menyebutkan, pihak Kejaksaan juga masih menunggu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi di Jakarta, agar melakukan pemeriksaan pada pihak penyedia.

“Mungkin setelah selesai PSBB di Jakarta. Kita sedang mengupayakan. Mereka sempat minta diperiksa secara daring, tetapi kita nggak mau. Dilihat apakah nanti kami ke Jakarta atau mereka yang ke sini. Itu masalah teknis,” tutup Dostom. (Elisbet)