Mustafa Ginting Cerita Tips Membentuk dan Menjalankan Pusat Karir Perguruan Tinggi

Zoom meeting dengan tema 'Sharing Pengalaman Tips Membentuk dan Menjalankan Pusat Karir'.

Siantar, Lintangnews.com | Mengawali kegiatan Indonesia Career Center Network (ICCN) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dikomandoi Mustafa Ginting menggelar zoom meeting dengan tema ‘Sharing Pengalaman Tips Membentuk dan Menjalankan Pusat Karir’, Jumat (22/1/2021).

Menurut Mustafa, tema ini diangkat sebagai awal kegiatan ICCN Wilayah Sumbagut mengingat masih banyak Perguruan Tinggi di Wilayah Sumbagut belum membentuk pusat karirnya dan ada juga telah terbentuk pusat karirnya namun pergerakannya lambat alias jalan di tempat.

Sehingga melalui acara ini, diharapkan Perguruan Tinggi termotivasi untuk membentuk pusat karir bagi yang belum terbentuk. Sementara bagi yang sudah terbentuk semangat menjalankannya dengan baik dan serius .

Lebih lanjut Kepala Pusat Pengembangan Karir Universitas Simalungun (PPK USI) ini mengatakan, pusat karir Perguruan Tinggi sangat penting dan strategis dalam mendongkrak perkembangan, popularitas dan kemajuan Perguruan Tinggi.

Saat ini telah terjadi perubahan paradigma baru, Perguruan Tinggi tidak hanya semata-mata lagi mencetak mahasiswa-mahasiswi menjadi Sarjana. Tetapi Perguruan Tinggi itu sendiri juga harus membantu mahasiswanya mempersiapkan memasuki dunia kerja.

Lebih jauh dari itu, Perguruan Tinggi dapat memfasilitasi lulusannya mudah memperoleh infomasi-informasi lowongan kerjanya dan bekerja. Sehingga singkat masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan singkat maksimal di bawah 6 bulan.

“Dengan demikian maka Perguruan Tinggi dapat meminimalkan dan menghindari pengangguran intlektual sebagai beban pemerintah dan masyarakat. Untuk terwujudnya hal itu maka amat sangat dibutuhkan kehadiran pusat karir Perguruan Tinggi,” sebut dosen Fakultas Pertanian USI ini.

Sebagai pengantar atau pemantik sharing dalam acara ini disampaikan oleh Mustafa Ginting yang menjelaskan bagaimana pengalamannya membentuk dan menjalankan pusat karir di USI, Kota Siiantar.

Dosen Pascasarjana USI ini dalam makalahnya menyampaikan beberapa tips membentuk dan menjalankan pusat karir Perguruan Tinggi. Tips membentuk pusat karir adalah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pimpinan Perguruan Tinggi (nama pusat karir tergantung Perguruan Tinggi), jumlah personalia tergantung kemampuan keuangan Perguruan Tinggi (karena lebih banyak bekerja melalui internet dan media sosial), kantor/sarana tergantung kemampuan keuangan Perguruan Tinggi (maksimalkan menggunakan apa yang ada).

Sementara tips menjalankan pusat karir: Aktif mencari informasi dan membangun jejaring/kerja sama (aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak (halo-halo), serta mengikuti pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan berbagai instansi/lembaga seperti kegiatan-kegiatan dari ICCN baik pusat maupun wilayah), membuat akun medsos-medsos dan berteman dengan grup facebook lowngan kerja-lowongan kerja sebanyak-banyaknya.

Bekerja dengan niat baik, tulus, jujur dan pelayanan prima (sekali curang selamanya tidak dipercaya, ada jadwal meeting antar perusahaan dalam grup perusahaan), orientasi target bukanlah materi tetapi pelayanan dan pengabdian (perjuangan dan pengorbanan), tidak pelit, senang berbagi (apa yang bisa kubantu), berteman dengan wartawan dan bila diperlukan bertindak ‘setengah preman’

Berdasarkan pantauan awak media, seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan sukses yang dihadiri 50 orang pengelola pusat karir Perguruan Tinggi wilayah Sumbagut dan wilayah lainnya seperti Palembang, Jakarta, Semarang, bahkan ada peserta dari Sulawesi dan Maluku. (Elisbet)