Fraksi Partai Golkar Minta USI Pro Aktif Berikan Sumbangsih Pemikiran untuk Membangun Siantar 

Foto bersama antara Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar dengan Universitas Simalungun.

Siantar, Lintangnews.com | Sejumlah pokok-pokok pikiran untuk kemajuan dunia pendidikan dan Kota Siantar pada umumnya menjadi kesepakatan antara Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar dan Universitas Simalungun (USI).

Pertemuan di Aula Pasca Sarjana USI, Selasa (22/3/2022) berlangsung dengan rasa kekeluargaan dan semangat yang sama dalam membangun Siantar.

Salah satu anggota Pembina USI, Pdt PV Pandapotan Haloho dalam sambutannya menyampaikan, bagaimana sejumlah buah-buah pemikiran yang lahir dalam pertemuan ini, bisa ditindaklanjuti kedepan, dalam rangka pembangunan Siantar, khususnya dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua Yayasan USI, Jon Rawinson Saragih berharap, agar Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar membantu Universitas itu dalam membangun sarana dan prasarana yang disuarakan melalui lembaga legislatif.

Ditambahkan Rektor USI, Corry Purba, jika Universitas ini memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dengan 45 orang Doktor.

“Kami berharap, bagaimana USI dilibatkan dalam kajian-kajian akademis dalam menerapkan sejumlah kebijakan yang berhubungan dengan orang banyak,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Corry menceritakan secara singkat sejarah berdirinya USI yang dibangun oleh Pemko Siantar dan Pemkab Simalungun. “Untuk itu, USI siap berperan dalam membangun Siantar,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Golkar Siantar Mangatas Silalahi menyampaikan, silaturahmi dengan dunia kampus merupakan agenda yang lahir untuk menampung aspirasi dalam membangun Siantar.

Suasana silaturahmi antara Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar dengan Universitas Simalungun.

“Tujuannya bagaimana USI dan kampus yang lain pro aktif dalam memberikan sumbangsih pemikiran  untuk pembangunan Siantar,” sebut Wakil Ketua DPRD Siantar ini.

Mangatas yakin, USI diisi oleh orang-orang yang cerdas dengan integritas yang tinggi, sehingga tetap memberikan suara konstruktif demi pembangunan Siantar.

“Jika DPRD Siantar ingin membuat Peraturan Daerah (Perda) inisiatif, maka dunia kampus harus dilibatkan. Karena hal itu membutuhkan kajian secara akademis. Kita berharap USI juga aktif di hal tersebut,” terangnya.

Mengenai beasiswa untuk mahasiswa, Mangatas sempat menyinggung soal Tunjangan Penghasilan Pengawas (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pekerjaannya tidak beresiko. Ia menuturkan, agar TPP untuk pegawai yang kurang tepat yang  bisa dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa yang berprestasi.

Mangatas juga menyebutkan, untuk membangun Siantar, harus dibangun secara konseptual dengan Habonaron do Bona. Hal ini juga diharapkan dipakai oleh Susanti Dewayani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota dalam memimpin Siantar saat ini.

“Kita berharap komunikasi dengan USI tidak sampai disini, akan ada berkelanjutan dengan semangat yang salam untuk membangun Siantar. Beberapa poin yang disampaikan, saya pastikan akan terwujud. Kita akan langsung menindaklanjutinya,” tutup Mangatas.

Pada sesi tanya jawab, terkemuka persoalan sejumlah hal seperti pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh, dan mandeknya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) soal motto Siantar ‘Sapangambei Manoktok Hitei’.

Hadir pada pertemuan itu,, Pengawas Yayasan USI, Sekretaris Partai Golkar Siantar, Marli Surya Tama, sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Siantar yakni Lulu Carey Gorga selaku Ketua, Daud Simanjuntak Sekretaris Fraksi, Rini Silalahi, sejumlah pengurus Partai Golkar Siantar, serta civitas akademi dan mahasiswa USI. (Elisbet)