Galian C di Kelurahan Tanjung Tongah Terancam Pidana, Ini Alasannya

Lokasi galian C yang sudah pernah ditangkap Poldasu.

Siantar, Lintangnews.com | Galian C yang beroperasi di Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba diduga milik LD terancam pidana.

Pasalnya, galian C itu sampai saat ini belum memiliki ijin dari pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara.

Kacabdis ESDM Sumut Wilayah III, Leo Lopulisa Haloho saat dikonfirmasi, Senin (11/3/2019) mengatakan, pihaknya mengetahui penangkapan yang dilakukan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) di lokaai galian C itu pada Kamis (14/2/2019) lalu.

“Pasca ditangkap kemarin mereka (pemilik) galian C meminta tolong pada kita untuk diperiksa disini,” sebut Leo.

Dia juga menegaskan, tidak ada ijin galian C yang sudah pernah ditangkap Poldasu itu.

“Gak ada ijinnya. Itu pertambangan liar. Kita tidak ada toleransi. Sudah bolak balik kita surati itu,” ungkap Leo.

Menurut Leo, pertambangan tanpa ijin diduga milik LD itu sudah melanggar Pasal 158 Undang-Undang (UU) Minerba Nomor 4 Tahun 2009.

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” kata Leo.

Sebelumnya, Disikrimsus Subdit 4 Poldasu yang dipimpin AKP J Sinaga melakukan penangkapan di lokasi galian C pada Kamis (14/2/2019) lalu. Poldasu juga mengamankan beberapa orang pekerja, serta barang bukti berupa tanah, 1 unit alat berat dan 2 mobil pengangkut tanah.

Sementara, Rudi Malau selaku Humas LD mengaku, jika LD tidak memiliki usaha galian C.

“Ibu LD tidak ada memiliki usaha galian C di sana (Tanjung Tongah). Lahan letak galian C itu bukan miliknya,” tegas Rudi.

Ditambahkan, setelah dilakukan penangkapan oleh Poldasu semua sudah tuntas usai dilakukan pemeriksaan.

“Iya benar, tapi sudah kelar, karena cerita sebenarnya sudah diketahui pihak yang berwajib,” kata Rudi. (tim)