Gebyar 1.000 Vaksin di Siantar, Kajatisu: Mempercepat Proses Vaksinasi Nasional

Kajatisu, IBN Wiswantanu saat berbincang dengan sejumlah vasilitator nakes.

Siantar, Lintangnews.com | Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), IBN Wiswantanu meninjau pelaksanaan Gebyar 1.000 Vaksinasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar, Selasa (21/9/2021).

Setiba di halaman kantor Kejari Siantar Jalan Sutomo Kecamatan Siantar Barat itu, Kajatisu didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siantar, RM Ari Prioagung menyempatkan berdialog, sekaligus memberikan himbauan warga yang antri divaksin agar tetap mematuhi 5M sebagaimana himbauan himbauan pemerintah.

Kajatisu juga menyempatkan memberikan semangat para tenaga kesehatan (nakes) dari 5 Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bertugas sebagai vaksinator.

Plt Kajari Siantar melalui Kasi Intel Rendra, Yoki Pardede menjelaskan, jika proses pemberian vaksin sudah sangat selektif, dengan dilakukan pendataan sejak dini dan memberikan kupon kepada peserta.

“Menghindari kerumunan, sejumlah petugas dari Kejari Siantar dibantu Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Polres dan Bankom Raya membantu mengatur jalan dan parkir agar tidak macet. Ini juga membatasi warga yang masuk secara bergantian mendapatkan vaksinasi,” ujarnya.

Rendra menjelaskan, 1.000 vial vaksin yang diberikan pada masyaraka jenis Sinovac yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Siantar dalam rangka capaian target vaksinasi. “Vaksinator nakes dari 5 Faskes yakni 4 Puskesmas dan Rumah Sakit Vita Insani (RSVI),” jelasnya.

Sementara Kajatisu mengatakan, pelaksanaan vaksinasi oleh Kejari Siantar untuk mempercepat proses vaksinasi nasional, karena vaksinasi berguna untuk menikatkan imunitas masyarakat.

“Nantinya kegiatan vaksinasi ditingkatkan di setiap Kejari, sehingga gejala Covid-19 bisa menurun,” ujarnya.

Wiswantanu menambahkan, Kejaksaan sama sekali tidak memiliki target dalam pelaksanaan vaksinasi, sehingga hanya membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), TNI dan Polri dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi akan dilaksanakan secara bergulir di setiap Kejari, karena ada kesenjangan seperti antara Medan dan Nias yang persentase vaksinasinya tidak seimbang.

Saat ini persentase vaksinasi lebih banyak di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Toba dan Simalungun yang mencapai 40 persen, sedangkan daerah lainnya masih 17 persen.

“Kita tidak memiliki target, tetapi berkolaborasi demi mempercepat pelaksanaan vaksinasi biar persentase semua daerah mendekati 80 persen untuk menuju hard imunity terhadap masyarakat. Kami menghimbau masyarakat agar tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan (prokes) 5M, karena vaksinasi hanya meningkatkan imunitas saja,” tutupnya. (Elisbet)