Gempar Kecam Pernyataan Bupati Humbahas Terkait Ibu Melahirkan Ditandu

Pernyataan Bupati Dosmar Banjarnahor yang menuai kecaman.

Humbahas, Lintangnews.com | Video ibu melahirkan, Fransiska Waruhu (36) warga Dusun Nambaria Desa Sihas Toruan yang ditandu dari Puskesmas Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menuju ke rumahnya, karena jalan yang terjal dan rusak parah , sehingga tidak bisa dilewati roda 2 dan 4 dengan aman menuai kontroversi.

Ini terkait dengan pernyataan Bupati Dosmar Banjarnahor ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (1/7/2021). Dosmar menyatakan tidak tau yang ditandu itu orang atau tidak.

Akibatnya, pernyataan orang nomor 1 di Humbahas itu menjadi viral di media sosial (medsos), sehingga menjadi bahan bullyan.

Hal ini membuat Generasi Muda Papatar (Gempar) mengecam pernyataan itu.  Mereka mendesak Dosmar Banjarnahor meminta maaf, sebab pernyataan itu dinilai melukai hati masyarakat.

“Kita menyesalkan pernyataan Bupati Humbahas yang mempertanyakan apa yang ditandu, bukannya niat memperbaiki jalan di Dusun Nambadia agar tidak terjadi kejadian yang sama,” sebut Ketua Umum Gempar, Mader Hasugian, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, peryataan seperti itu tidak pantas diucapkan seorang pejabat daerah. “Dosmar Banjarnahor tak memiliki hati nurani dan simpati di saat melahirkan bertaruh nyawa, justru penilaiannya seperti itu,” tandasnya.

Mader menegaskan, pihaknya akan turun bersama masyarakat dari Kecamatan Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang (Papatar) akan turun ke kantor Bupati Humbahas. Aksi solidaritas itu mendesak Dosmar Banjarnahor meminta maaf pada masyarakat khususnya keluarga Naik Harianja (40).

“Aksi solidaritas itu mendesak Bupati Dosmar Banjarnahor minta maaf, karena pernyataannya melukai hati masyarakat,” tegasnya.

Camat Parlilitan, Eliabzan Sihotang yang dimintai keterangan melalui WhatsApp (WA) terkait kepastian pernyataan Bupati itu, namun hingga berita ini diterbitkan tak ada member jawaban. (Akim)