GMNI Labuhanbatu Minta Kapolri Copot Jabatan Kapolres Labuhanbatu, Ini Alasannya

Sekretaris GMNI Labuhanbatu, Muhammad Yasril Nasution.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Narkoba sudah menjadi musuh negara Republik Indonesia, sebab dapat menghancurkan generasi bangsa dengan merusak fisik dan mental mereka.

Untuk itu lah mengapa bukan hanya tugas Kepolisian saja memerangi narkoba, tetapi masyarakat juga harus turut serta melakukan pemberantasan.

Namun ironisnya masih ada oknum petugas Kepolisian yang semestinya bertugas melakukan pemberantasan narkoba, malah ikut mengkonsumsinya dan bukan memberikan contoh yang baik, justru meresahkan masyarakat.

Hal itu terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polres Labuhanbatu pada Minggu (10/1/2021), 3 orang oknum polisi yang bertugas di Polsek Panai Tengah dan Pol Air Sei Barombang Polres Labuhanbatu ditangkap warga sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah rumah di Jalan Kantor PLN Lama, Desa Sei Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu, Muhammad Yasril Nasution meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis, untuk mencopot jabatan AKBP Deny Kurniawan sebagai Kapolres Labuhanbatu, karena gagal memberikan pembinaan terhadap anggotanya.

Menurutnya, Kapolres Labuhanbatu harus bertanggung jawab atas kelalaiannya melakukan pembinaan terhadap anggotanya. Sebab jika kemudian tidak ada sanksi tegas, khawatir akan banyak oknum-oknum polisi lainnya melakukan hal yang sama. Yasril menuturkan, diperlukan sosok pemimpin Kepolisian di Labuhanbatu yang tegas dan dipatuhi oleh anggotanya.

“Bagaimana bisa kita membersihkan lantai jika sapunya kotor. Bagaimana bisa kita memberantas narkoba, jika masih ada oknum polisi yang terlibat narkoba. Itu sebabnya kita meminta Kapolri untuk mencopot Kapolres Labuhanbatu, karena gagal dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya,” kata Yasril, Selasa (12/1/2021).

Yasril mengatakan, pihaknya juga akan melakukan aksi massa menyampaikan aspirasi mengenai hal ini dihadapan publik, agar masyarakat tau Kapolres Labuhanbatu telah gagal membina anggotanya.

“Kita juga akan melakukan aksi massa dan mengirim surat kepada Kapolri untuk mencopot AKBP Deny Kurniawan sebagai Kapolres Labuhanbatu,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Anti Narkoba Sumatera Utara, Sastra meminta pihak Kepolisian menindak tegas anggotanya yang terlibat narkoba.

“Pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres, Kapolda bahkan Kapolri harus tegas. Sebab polisi harusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, kok malah ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba,” tegasnya.

Sastra juga menghimbau kepada masyarakat Sumut khususnya Labuhanbatu agar jangan takut untuk melaporkan kasus narkoba di tengah-tengah masyarakat. (FR)