Go Massage 2 dan Golden Massage Berpotensi Buka Ruang Praktek Prostitusi Modus Baru

Lokasi Go Massage 2 dan Golden Massage di komplek Griya Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar.

Simalungun, Lintangnews.com | Go Massage 2 dan Golden Massage di komplek Griya Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun berpotensi besar membuka ruang praktek prostitusi modus baru.

IKLAN

Pasalnya, usaha pijat yang melibatkan lawan jenis di Go Massage 2 dan Golden Massage itu riskan disalahgunakan. Karena perempuan di lokasi itu memijat laki-laki dengan masuk ke dalam ruangan pribadi.

Selain berpotensi membuka ruang praktik prostitusi modus baru, para therapis perempuan di Go Massage 2 dan Golden Massage juga berpotensi menularkan bibit penyakit kepada para pasien laki-laki.

Pasalnya, kondisi kesehatan para therapis perempuan dari masing-masing usaha massage itu sama sekali tidak pernah dicek oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Simalungun.

“Karena kondisi kesehatan therapis harus dicek. Paling tidak, itu dilakukan setiap 3 bulan. Jika tidak rawan  penyakit,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan, E Simanjuntak melalui Kasi Kesehatan Tradisional, Rolen Tamba, kemarin.

Menurut Rolen, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap usaha massage yang sudah beroperasi di beberapa Kecamatan dengan memberdayakan perempuan sebagai therapis.

“Kalau mengenai usaha massage, pendataan sudah kami lakukan ada berkisar 40 unit. Itu ada di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Simalungun. Dan umumnya griya spa menggunakan ruko,” ungkapnya.

Dijelaskan, pengecekan dilakukan per 3 bulannya itu untuk mengantisipasi terjadinya penyakit. Selain itu, massage juga harus memiliki izin. Itu mengacu kepada Permenkes Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Spa.

“Sesuai pasal 9 ayat 1, untuk memperoleh izin, pihak Spa harus mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan,” imbuhnya dan pengusaha massage harus menjamin kesehatan para therapisnya. (Zai)

IKLAN