Guru Tak Aktif Mengajar Lolos PPPK, Disdik Simalungun Panggil Kepsek Diduga Memanipulasi Data

Oknum guru yang tidak aktif mengajar lolos PPPK tahun 2021, Yusnita Delfriani Aritonang.

Simalungun, Lintangnews.com | Dinas pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun telah memanggil oknum Kepala sekolah (Kepsek) SD Negeri 094121 Hutaparik di Kecamatan Ujung Padang, Basa Sarumpaet yang diduga memanipulasi data, sehingga anak kandungnya, Yusnita Delfriani Aritonang lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahun 2021.

Kepala Bidang (Kabid) PTK Disdik Simalungun, Bonggua Sinaga mengatakan, telah memanggil Basa Sarumpaet yang diduga bekerja sama dengan anaknya, Yusnita. Sehingga Yusnita lolos menjadi PPPK guru.

“Sesuai dengan pengakuannya, anaknya memang telah meminta keterangan dari Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Yang menyebutkan, selama peserta terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak tahun 2013, maka tetap bisa ikut ujian atas dasar hukum Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan) Nomor 28 Tahun 2021. Hal ini tidak menjadi kendala jika peserta pernah aktif sebelumnya,” terang Bonggua, Selasa (11/1/2022).

Diterangkan Bonggua, pengakuan Basa Sarumpaet itu merupakan balasan konfirmasi Yusnita oleh pihak Dirjen GTK Kemendikbudristek. Dimana Yusnita telah menerangkan dirinya pernah mengajar sejak tahun 2014 sebagai guru SD. Setelah itu sebagai operator dan usai menikah berhenti sejak 3 tahun yang lalu.

“Dan saya mendaftar PPPK kemudian lolos di tahap II. Apakah tidak ada masalah untuk tahap selanjutnya ibu, seperti tahap pemberkasan? Begitu konfirmasi Yusnita kepada pihak Dirjen GTK Kemendikbud dan jawaban dilayangkan melalui pihak Kemendikbud Ristek bernama Ayu,” imbuh Bonggua bahwasanya guru tidak aktif bisa lolos menjadi PPPK.

Terpisah, Basa Sarumpaet, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Ujung Padang, Benni Marsal Lubis, maupun Yusnita yang coba dikonfirmasi lintangnews.com melalui telepon seluler, terindikasi kompak tidak menanggapi, meski konfirmasi terpantau ceklis 2 pada layar telepon via aplikasi WhatsApp (WA) masing-masing.

Sementara diketahui, syarat PPPK guru tahun 2021 mengacu pada surat edaran Dirjen GTK Kemendikbud Ristek Nomor : 1460/B.B1/GT.02.01/2021 tanggal 15 Maret 2021 yakni honorer THK II sesuai database THK II di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kemudian, honorer yang masih aktif mengajar di sekolah negeri di bawah kewenangan pemerintah daerah dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud Ristek. Selanjutnya, guru yang masih aktif mengajar di sekolah swasta dan terdaftar sebagai guru di Dapodik.

Berikutnya, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan pendidikan profesi guru Kemendikbud Ristek. (Zai)