Hargai Leluhur dan Ingat Sejarah, Asner Silalahi-Susanti Ziarah ke Jorat Raja Siantar

Pasangan Asner Silalahi-Susanti ziarah ke Jorat Raja Siantar di Jalan Pematang.

Siantar, Lintangnews.com | Sebagai bentuk penghormatan akan raja dan sejarah Simalungun, Pasangan Asner-Susanti (Pasti) ziarah ke Jorat Raja Siantar di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, Jumat (16/10/2020).

Rombongan disambut langsung ahli waris Kerajaan Siantar yakni, Mayor (Purn) Koster Damanik, Sarmahita Damanik, Rahmat Efendi Damanik dan Roni Damanik.

Sebelum ziarah, ahli waris melalui Sarmahita Damanik Rosliana Sitanggang terlebih dulu menceritakan sejarah Kerajaan Siantar. Dilanjutkan dengan pelaksanaan adat dan diakhiri dengan ziarah ke makam Raja Sangnaualuh di Siantar.

Ahli waris, Koster Damanik mengaku merasa bangga atas kedatangan pasangan calon tunggal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siantar itu. “Suatu kebanggaan bagi kami atas kedatangan Pasti ini,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam kehidupan ini jangan pernah melupakan sejarah. “Karena ada istilah Jas Merah. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kalau senantiasa mengingat sejarah, berarti hidup bisa tidak sombong dan mengerti siapa hidup kita ini,” katanya.

Koster menambahkan, kedatangan Pasti bentuk sikap menghargai sejarah, yaitu sejarah Sang Naualuh yang dulunya memimpin Siantar. Dia mengaku, bersyukur, bersukacita dan merasa sangat dihargai.

“Dengan adanya acara ini kami juga memiliki tanggung jawab. Saya yakin semua keluarga kami mendukung apa yang menjadi cita-cita pak Asner dan ibu Susanti. Kami siap membantu semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berpesan, jika sudah duduk nanti pasangan ini jangan lupa pada keluarganya.

Di akhir sambutannya, Koster berpesan kepada Asner akan hal yang sangat menonjol dan perlu diperhatikan di Siantar. Salah satu contoh, kata Koster, pembangunan Tugu Sangnaualuh yang masih mangkrak.

Sementara Asner Silalahi menyampaikan terima kasih pada keluarga Sangnaualuh atas sambutan yang luar biasa, termasuk penyematan pakaian adat. Asner mengaku, tertarik mendengar sejarah Raja Sangnaualuh.

“Kami begitu bangga. Sangat tertarik dengan sejarah Raja Sangnaualuh yang sudah diceritakan,” sebutnya.

Perjuangan Raja Sangnaualuh, kata Asner, patut dihargai karena telah mendirikan tongkat untuk Siantar dan cita-cita Sangnaualuh juga akan diperjuangkan. Asner yakin, banyak pesan yang ditinggalkan Raja Sangnaualuh untuk kehidupan lebih baik bagi masyarakat Siantar.

“Saya tertarik akan sejarah itu (Raja Sangnaualuh) dan nanti akan kita gali lebih dalam peninggalan Raja Sangnaualuh. Semua itu perlu dibenahi agar generasi muda tidak lupa akan sejarah,” ujarnya.

Asner juga menyinggung mengenai buku asli sejarah yang sudah hilang dan berharap agar buku yang ada saat ini supaya dilegalkan.

“Itu nanti kita legalkan biar kembali lagi ke aslinya. Jangan lagi nanti berlarut,” tandasnya. (Elisbet)