Hari Ini Nasib Sekda Siantar Diputuskan Komisioner KASN

20
Asisten Komisioner Bidang Promosi dan Advokasi KASN, Nurhasni saat diwawancarai.

Jakarta, Lintangnews.com | Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menggelar rapat pleno terkait polemik penonaktifan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar, Budi Utari Siregar. Rapat itu sekaligus akan memutuskan nasib Budi Utari.

Asisten Komisioner Bidang Promosi dan Advokasi KASN, Nurhasni mengatakan, Komisioner KASN akan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk memutuskan apakah proses penonaktifan Sekda Siantar itu sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku atau tidak.

“Besok atau Selasa (15/10/2019) akan rapat Komisioner KASN. Ditunggu saja seperti apa hasil rekomendasi Komisioner KASN,” kata Nurhasni saat ditemui awak media di ruangan kerjanya, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Asni sapaan akrab Nurhasni, mengatakan, rapat Komisioner KASN digelar secara tertutup. Rapat itu untuk mengevaluasi seluruh hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Sumatera Utara terkait tata laksana kepemerintahan yang menuai polemik berkepanjangan di lingkup Pemko Siantar itu.

Asni juga menuturkan, sebelumnya tim penyelidik KASN pada Oktober lalu sudah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat daerah setempat.

“Awal Oktober lalu, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap Wali Kota Herfriansyah Noor dan Sekda Budi Utari” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan itu, sambung Asni, untuk mengevaluasi proses penonaktifan Sekda, dugaan pelanggaran yang dilakukan Sekda, serta proses penunjukan langsung Pelaksan Harian (Plh) Sekda, Kusdianto.

Asni berharap proses dan tahapan yang dilakukan harus sesuai Undang-Undang ASN. Tidak boleh dilakukan serta merta tanpa sesuai aturan yang berlaku. “Keputusan diambil harus secara konstitusional sesuai aturan ASN,” pungkas Asni.

Perlu untuk diketahui, Wali Kota Herfriansyah Noor sebelumnya melakukan penunjukan langsung Kepala Dinas Pariwisata, Kusdianto sebagai Plh Sekda. Penunjukan itu disinyalir dilakukan tanpa Surat Keputusan (SK) penonaktifan Sekda sebelumnya. Dan kini, polemik itu makin memanas. (Edo)