Hidup Sebatang Kara, Wanita Muallaf di Kecamatan Bandar Butuh Donasi Kemanusiaan

Minah boru Butar-Butar dan kondisi rumah yang ditempatinya.

Simalungun, Lintangnews.com | Minah boru Butar-Butar, seorang wanita muallaf di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun butuh donasi kemanusian.

Minah yang hidup sebatang kara ini hidup dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Dia sudah sudah tidak bisa berjalan dan kemana-mana selalu berjalan jongkok.

Wanita tua ini juga punya penyakit yang berhubungan dengan kantung kemih. Ini yang mengakibatkan selalu mengeluarkan cairan kayak air kencing seperti orang menstruasi atau haid.

Terkadang beberapa warga yang prihatin ke rumahnya untuk mengantar makanan, Karena sehari-hari Minah lebih sering masak mie instan seharga Rp 1.000. Tidak ada bantuan kemanusian sama sekali baik dari instansi pemerintahan maupun pihak-pihak lain yang bergerak dalam kemanusiaan.

“Beberapa bulan yang lalu, saya pernah mengusulkan untuk instalasi listrik ke rumahnya,” ucap sumber salah seorang pengurus Karang Taruna Kecamatan Bandar, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, bantuan instalasi listrik itu disampaikan ke salah seorang anggota dewan yang berdomisili di Kecamatan Bandar. Namun sampai saat ini tidak ada kabar sama sekali.

“Ibu itu tidak punya aliran listrik maupun air. Kalau malam hanya pakai lampu minyak,” terangnya.

Dia mengaku, mempublikasikan keadaan Minah ke media sosial (medsos), karena berharap ada yang bisa memperhatikan dan mengulurkan bantuan kepadanya. Dirinya juga sudah minta ijin kepada Minah untuk dipublikasikan.

“Besar harapan saya kepada teman-teman sudi ngeshare. Mana tau ada yang kebuka pintu hatinya untuk menyalurkan bantuan kemanusian,”  imbuhnya. (zai)