ILAJ Duga Penangkapan Pimpinan PT Alam Berbau Politis

Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite dan Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto.

Siantar, Lintangnews.com | Institute Law And Justice (ILAJ) menduga penangkapan Saudara Dodi Shah selaku Pimpinan PT Anugerah Langkat Makmur (Alam) beberapa hari lalu terkesan ada dugaan politis.

“Jika benar penangkapan itu 100 persen unsur penegakan hukum, mengapa yang selama ini, ada satu perusahaan yang menguasai lahan di Hutan Register 40 beratahun-tahun dan sudah divonis bersalah, namun sampai saat ini tak dieksekusi penegak hukum” terang Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite, Minggu (3/2/2019).

ILAJ juga menuturkan, Polda Sumatera Utara (Poldasu) sebaiknya benar-benar melihat aturan yang ada, seperti Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa.

“Jika mengacu pada Inpres itu, kita defenisikan selama 3 tahun terjadi moraturium lahan sawit serta pembenahan dalam administrasi prizinan perkebunan,” sebut Fawer.

Menurutnya, Dinas Kehutanan (Dishut) Sumatera Utara melakukan perbaikam administrasi dan bukan langsung main tangkap saja, jika mengau pada Inpres tersebut.

“Kita menyesalkan jika nanti benar ini terbukti ada unsur politis. Pasalnya, peristiwa ini juga mengakibatkan ketakutan besar bagi pengusaha-pengusaha dan masyarakat di Indonesia,” tukasnya.

Fawer menuturan, Inpres yang sudah dikeluarkan sejak 19 September 2018 itu perlu menjadi sebuah pertimbangan bagi Poldasu untuk melakukan penangkapan. Dikarenakan dengan keluarnya Inpres itu, memberikan ruang kepada pengusaha untuk memperbaiki segala administrasi yang dibutuhkan.

“ILAJ berharap kepada pihak Poldasu segera melepaskan Dodi Shah, agar situasi ini tidak melebar kemana-mana dan akan merugikan pihak penegak hukum sendiri,. Ini dikarenakan penangkapan itu terkesan dipaksakan, sedangkan Inpres tidak memerintahkan untuk menangkap,” papar Fawer mengakhiri. (rel)