Humbahas, Lintangnews.com | Pihak Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Polres Humbang Hasundutan (Humbahas), termasuk perangkat Desa, Rabu (4/1/2023) melakukan kunjungan lapangan melihat pengaspalan Jalan Sosor Julu menuju Lumban Julu, Desa Bonan Dolok II, Kecamatan Sijamapolang.
Kunjungan lapangan ini dilaksanakan terkait adanya video viral pada media sosial (medsos) atas kegiatan pengaspalan Jalan Sosor Julu menuju Lumban Julu Desa Bonan Dolok II.
Video viral itu bisa dilihat di : https://www.viva.co.id/trending/1560758-dicongkel-pakai-tangan-aspal-dengan- anggaran-hampir-rp200-juta-di-sumut-hancur (tanggal 29 Des 2022). Dan ada juga di akun Twitter @QaillaAsyiqah.
Sesuai hasil uji sampling, pekerjaan lapen dengan penyedia PT Ann Ola Mandiri telah dilaksanakan dengan tebal dan lebar sesuai kontrak/Surat Perintah Kerja (SPK).
Pekerjaan lapen disiram aspal tidak rapi dan tersiram hingga ke sebagian bahu jalan atau melebihi lebar 3,00 m pada beberapa titik.
Pengaspalan Jalan Sosor Julu menuju Lumban Julu Desa Bonan Dolok II dengan Nomor Kontrak : 2/SPK-PL/BM.IV/PUTR/XI/2022 tanggal 11 November 2022, nilai kontrak sebesar Rp 199.700.000, masa pekerjaan mulai tanggal 11 November-25 Desember 2022 dan item pekerjaan utama yaitu lapen sepanjang 390 m x 3,00 m.
Tim kunjungan ke lapangan telah menguji lebar dan ketebalan pekerjaan lapen. Dengan hasil sebagai berikut pada Sta.0+000 (titik 2 meter dari awal), lebar tertutup aspal 3,20 m dan tebal lapen 5 cm.
Sementara pada Sta.0+195, lebar tertutup aspal 3,00 m dan tebal lapen 5,50 cm. Sedangkan pada Sta.0+380, lebar tertutup aspal 3,25 m, tebal lapen 5,50cm (lokasi yang diduga titik pencongkelan lapen pada pemberitaan di medsos).
Dari kondisi tersebut, lebar yang tersiram aspal ±3,20 m melewati lebar yang ditetapkan 3,00 m. Kondisi pekerjaan lapen yang divideokan saat kunjungan ke lapangan telah berubah akibat sudah diperbaiki pihak rekanan.
Sesuai hasil pengujian ketebalan lapen pada 3 titik yang salah satunya ditargetkan pada titik pengambilan lokasi video viral, diketahui lebar dan ketebalan terpasang telah sesuai kontrak yaitu lebar 3,00 m dan tebal 5 cm.
Penyiraman aspal lapen melewati badan jalan yaitu sampai ke bahu jalan. Lebar badan jalan existing/dengan berpondasi adalah 3,00 m. Namun penyiraman aspal tidak rapi dan melewati badan jalan (sampai ke sebagian bahu jalan).
Tim belum dapat meminta klarifikasi kepada pembuat video tentang lokasi atau titik yang diviralkan dapat dicongkel pakai tangan tersebut.
Sehingga tidak dapat dipastikan apakah titik itu masuk dalam badan jalan atau dicongkel pada bahu jalan.
Adanya perubahan lapangan akibat telah diperbaiki rekanan, sehingga benar tidaknya pencongkelan apakah di badan jalan atau di bahu jalan sebagaimana yang diviralkan belum dapat dipastikan lagi. (JS)



