Ini Kronologi BNNK Tebingtinggi Tangkap Pria Baju Loreng dan Amankan Sabu 880,25 Gram

Tersangka yang diamankan pihak BNNK Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Kamis (28/5/2020) sekira pukul 23.00 WIB, petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi berhasil menangkap seorang pria berbaju loreng TNI, M Yunus alias Zulkarnain alias Adek (42) warga Gampong Ulee Gampung, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Hal ini dikatakan Kepala BNNK Tebingtinggi, AKBP Faduhusi Zendrato didampingi Kapolres, AKPB J Hutagaol, mewakili Wali Kota, Bambang Sudaryono, Kasub Denpom Tebingtinggi, Kapten Cpm E Siregar dan Komandan Koramil 13/Tebingtinggi, Kapten Inf Budiono, Jumat (29/5/2020) saat menggelar press release.

Menurut AKBP Faduhusi, dalam penangkapan itu ada seorang wanita berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran pihaknya.

“Saat ditangkap petugas, Yunus mengaku baru 2 bulan ngekost di 2 tempat yaitu, Jalan Akik Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu dan Jalan Suasa, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir, serta mempunyai sangkur mirip milik anggota TNI,” sebutnya.

Yusuf ditangkap di Jalan Suasa, dengan barang bukti 1 bungkus plastik klip bening berisi narkoba jenis sabu berat kotor 0,81 gram. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan, Jumat (29/5/2020) sekira pukul 01.00 WIB di Jalan Akik dan berhasil menemukan sabu total berat 880,25 gram.

Selain itu, petugas juga menyita 1 alat hisap sabu, 1 buah sendok terbuat dari pipet, 1 buah mancis terpasang jarum dan 1 unit handphone (HP) Nokia warna biru. Barang bukti itu ditemukan di kos-kosan Jalan Suasa.

Sementara di Jalan Akik, petugas yang langsung dipimpin AKBP Faduhusi menemukan barang bukti yakni, 1 kotak berisi puluhab kaca pirex, 3 bungkus plastik berisi  puluhan plastik klip bening, 2 unit timbangan elektrik, 4 buah sendok sabu, 3 buah pipet sendok sabu dan 1 buah tas warna merah jambu.

“Tersangkan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat ( 2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling sedikit 6 tahun penjara,” sebut AKBP Faduhusi. (Purba)