Ini Pemicu Kisruh di SMA Al-Wasliyah 2 Serbelawan

Suasana terjadinya kisruh di salah satu ruang SMA Swasta Al-Wasliyah 2 Serbelawan.

Simalungun, Lintangnews.com | Keabsahan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Swasta Al-Wasliyah 2 Serbelawan di Jalan Merdeka, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun menjadi pemicu kekisruhan.

Ini terjadi antara Pengurus Daerah (PD) Al-Wasliyah Simalungun dengan Suheri yang mengklaim sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepsek yang bertengkar pada Rabu (30/7/2019) lalu.

Bahkan, Wakil Ketua PD Al Wasliyah Simalungun inisial AP yang notabene anggota DPRD Simalungun aktif mendadak dilaporkan Suheri ke Polsek Serbelawan.

“Iya ada (pengaduan) dan masih tahap penyelidikan,” kata, Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui Kapolsek, AKP Leston Siregar dan Kanit Reskrim Polsek Serbelawan, Ipda Fritsel Sitohang saat ditemui, Jumat (2/8/2019).

Sementara Suheri saat ditemui di Jalan Merdeka, Serbelawan, Jumat (2/8/2019) sekira pukul 15.30 WIB membenarkan pelaporannya ke Polsek Serbelawan. “Pas hari kejadian itu melapor,” ucapnya.

Laporan Suheri terkait kisruh yang terjadi dalam salah satu ruangan SMA Al-Wasliyah 2 Serbelawan dengan AP yang datang bersama Ketua PD Al-Wasliyah Simalungun, Nurdin Panjaitan dan Sekretaris, Juhum Damanik.

“Mereka datang tanpa undangan ketika rapat dengan guru. Kalau agenda rapat tidak ada,” jelas Suheri, sembari mengaku menjabat Plt Kepsek sejak, Selasa 29 Juli 2019.

Sebelum pertengkaran terjadi, Juhum Damanik memerintahkan pegawai Tata Usaha (TU), Wahyudi untuk membuat daftar hadir.

“Saya larang jangan dibuat. Tidak ada dasarnya dibuat daftat hadir, tanpa agenda rapat sebelumnya. Di situ lah, Juhum Damanik mulai membentak,” papar Suheri.

Saat membentak, Juhum Damanik justru menyampaikan bisa menutup SMA Swasta Al-Wasliyah 2 Serbelawan dan bertanya kepada para guru siapa yang masih ingin mengabdi silahkan mengisi daftar hadir.

“Setelah itu lah semakin bertengkar. Karena di daftar hadir yang akan diparaf tanpa judul. Dan sebelumnya AP sudah mengajak saya duel (berkelahi) di luar. Ya saya ladeni. Ayo saya bilang,” ucap Suheri.

Selain itu, Suheri menyampaikan, kedatangan PD Al-Wasliyah Simalungun terkait Adini Purba yang dicopot dari jabatan sebagai Kepsek SMA Al Wasliyah 2 Serbelawan dan digantikan dirinya.

“Kalau memang saya diganti, ya digugat ke PW. Saya kan sebagai Plt Kepsek berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari PW,” tegasnya.

Suheri mengaku, setelah menjadi Plt Kepsek langsung mengganti rekening yang sebelumnya atas nama Adini Purba. “Karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selama menjabat Kepsek tidak tau bagaimana dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) gak ada,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PD Al-Wasliyah Simalungun, Nurdin Panjaitan didampingi Wakil Ketua, AP dan Sekretaris, Juhum Damanik membantah adanya terjadi pencekcokan.

“Tidak ada terjadi, melainkan menenangkan situasi dan kapasitas kami datang ke sana sebagai PD Al-Wasliyah Simalungun. Justru Suheri yang mendatangi kami” sebut ketiganya.

Diketahui kedatangan mereka untuk menyelesaikan dan meluruskan keabsahan jabatan Kepsek SMA-Al Wasliyah 2 Serbelawan. Karena yang diakui PW Al-Wasliyah Sumut dan Simalungun masih atas nama Adini Purba. “Kalau pun ada SK atas nama, Suheri sebagai Plt, yang menerbitkan itu sebelumnya telah dibekukan sebagai PW,” papar ketiganya.

Berdasarkan data yang dimiliki PD Al-Alwasliyah Simalungun, Taufiqurrahman sebagai Ketua dan Sekretaris PW Al-Wasliyah Sumut, Ibrahim Tarigan telah dibekukan pada 13 Februari 2018.

“Duluan ada pembekuan, tetapi bisa terbit lagi SK atas nama Suheri sebagai Plt Kepsek. Sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) tidak dibenarkan Plt. Apalagi dalam perubahan rekening,” tandas ketiganya. (Zai)