Ini Penyebab Kapten Inf Leo Sianturi Keluar dari RS Tentara Siantar

Kapten Inf Leo Sianturi mendapatkan perawatan medis di RSVI.

Siantar, Lintangnews.com | Diduga kurang mendapatkan pelayanan kurang bagus dari pihak Rumah Sakit (RS) Tentara Kota Siantar, membuat seorang perwira TNI Angkatan Darat (AD) merasa kecewa, sehingga meminta perhatian dari Presidan Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Hal itu dikatakan langsung oleh Kapten Inf Leo Sianturi selaku Danramil 10/Balimbingan Kodim 0207/Simalungun saat ditemui di ruangan Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) No 358, Jalan Merdeka, Kota Siantar. Leo mengatakan, dirinya diusir oleh seorang perawat karena tidak ada menjaga dirinya.

“Kenapa nasinya gak dimakan pak. Gimana saya mengambil. Istri kemana pak, kalau dirawat disini gak boleh tidak ada yang menjaga,” ujar Leo menirukan ucap seorang perawat, Jumat (25/1/2019).

Karena pelayanan yang diduga tidak baik, Leo lalu meninggalkan RS Tentara dan kini mendapat perawatan media di RSVI.

“Sekelas perwira saja, mereka berani begitu, bagaimana masyarakat bisa mati lah.Nyatanya saya masih aktif, ternyata pelayanan tidak bagus,” ungkapnya.

Menurutnya, saat operasi, istrinya sedang menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab).

Sementara, Kepala RS Tentara Siantar, Mayor dr Hadi mengatakan, Kapten Inf Leo terlalu sensitif saat disinggung tentang istri dan anaknya. Ia menilai, Leo sedang ada masalah di luar kerja.

“Dia marah saat ditanya tentang istrinya. Kalau perawat bertanya seperti itu kan biasa. Gak ada permasalahan apa-apa. langsung keluar dia bawa infus. Dia terlalu sensitif,” ujarnya via seluler.

Saat disinggung apakah boleh dirawat di RS Tentara tanpa ada keluarga yang menjaga, Hadi mengatakan tidak masalah. Namun, ia mengatakan kalau boleh ada yang menjaga.

“Kalau sakit ya boleh ada yang menjagalah. Kalau memang tak ada, kita kan bisa ekstra menjaga,” pungkasnya. (tim)