Ini Penyebab Proyek Pasar Tiga Raja I Girsip Diduga Bermasalah

Pasar Tiga Raja I, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Simalungun, Lintangnews.com |  Realisasi proyek rehabilitasi pasar tradisional Tiga Raja I di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun diduga bermasalah. Pasalnya, pedagang memasang sendiri pintu kios yang ditempati.

Informasi dihimpun, Kamis (19/9/2019) menyebutkan, Pemkab Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pada tahun 2018 ada melaksanakan proyek rehabilitasi pada bangunan Pasar Tiga Raja I dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2018 sebesar Rp 2,6 miliar.

Pada bulan Agustus lalu, pihak Disperindag melakukan serah terima pengelolaan pasar itu kepada pihak Kecamatan.

Realisasi pengerjaan proyek rehabilitasi itu diduga bermasalah. Sebab tidak semua kios yang dibangun dipasang pintu. Ini membuat para pedagang terpaksa memasang pintu kiosnya masing-masing.

“Kami mencurigai pekerjaan bangunan kios pasar ini. Sebagian terpasang pintu dan lebih banyak tidak ada (terpasang pintu). Terpaksalah pasang sendiri. Mirisnya, sudah diserahterimakan,” kesal salah seorang pedagang bermarga Gultom.

Kecurigaan para pedagang tidak hanya terkait tidak dipasanginya pintu lebih kurang 140 unit kios. Termasuk talang air curahan dari atap juga tidak seluruhnya dipasang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Harmeidin Saragih mengatakan, sesuai anggaran tidak seluruhnya kios Pasar Tiga Raja I dipasangi pintu.

“Memang sesuai anggaran saat itu, pemasangan pintu kios tidak semua dipasang. Kalau untuk anggaran pembangunan kios senilai Rp 2,6 miliar tahap kedua ini. Tahap pertama anggaran berasal dari APBN dan kini telah jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelas Harmeidin. (Zai)