Ini Penyebab Siswi SMKN 1 Bandung Ditusuk Psikopat

Pelaku penusukan diamankan bersama barang bukti.

Bandung, Lintangnews.com | Nasib malang menimpa ZPD (16), salah seorang siswi SMK Negeri 1 Kota Bandung, Jalan Wastu Kancana, Selasa (10/9/2019) pagi.

Seorang penguntit tiba-tiba menusukkanya dengan mengunakan pisau dapur. Penusukan terjadi di depan gerbang sekolah sekira pukul 07 30 WIB.

Beruntung siswi cantik itu masih bisa meloloskan diri. Sambil memegangi perutnya yag berlumuran darah, ia masih bisa berlari menuju gerbang sekolah dan menyelamat kan diri. Pelaku berusaha kabur dan akhirnya berhasil ditangkap.

Very Nurmansyah (39), petugas Satuan Pengamanan (Satpam) SMKN 1 mengatakan, penusukan siswa jurusan pemasaran itu terjadi saat suasana di depan sekolah sedang ramai. Saat itu dia sedang berjaga di posnya, tiba-tiba mendengar jeritan minta tolong dan menuju ke arahnya.

“Dengan memegangi perutnya yang berdarah, dia bilang ‘saya ditusuk sama yang pakai jaket putih itu,” kata Very meniru perkataan ZPD.

Melihat pelaku berlari, Very pun berusaha mengejar. Namun karena pelaku sudah berlari jauh, ia pun berteriak-teriak agar orang-orang menghentikannya. Saat berlari, pelaku masih memegang pisau yang masih berlumuran darah.

Beruntung petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Bandung yang kebetulan berada di depan Masjid Ukhuwah berhasil menangkapnya. Dalam keadaan tak berkutik, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Sumur Bandung.  “Saat penggeledahan, pelaku bukan hanya membawa pisau dapur, ada juga pisau cukur,” ujar Verry.

Sementara pelaku penusukan bernama Rivandra Giantama (22). Rivandra mengaku sudah mengenal ZPD sejak tahun 2015 di melalui instagram. Sejak itu, ia pun kerap menguntitnya.

Setelah pertemuan yang pertama itu, kata Rivandra, dirinya berupaya untuk kembali menemui ZPD. Lewat instagramnya, ZPD menyebutkan, jika wajah Rivandra jelek dan seram, sehingga dirinya sakit hati.

Rivandra mengaku, juga sakit hati ketika mengetahui ZPD sudah mempunyai kekasih.  “Saya sempat mengutarakan isi hati kepada ZPD, tetapi ditolak, “ ujarnya.

Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Ari Purwanto mengatakan, sebelum melakukan aksinya, tersangka lebih dahulu mengatakan observasi terbadap aktifitas korban. Dan itu dilakukan melalui media sosial (medsos), maupun secara langsung.

Aksi penusukan sudah direncanakan, sebab pisau dapur dibawa dan dipersiapkan terlebih dahulu. Dari tangan pelaku polisi menyita 2 buah pisau sebagai barang bukti.

Polisi menjeratpelaku dengan pasal 351 KUHP jo pasal 80 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Hukuman penjara di atas 5 tahun dan juga dikenakan pasal perlindungan anak, karena korban masih di bawah umur,” ujar Kompol Ari, Rabu (11/9/2019). (rudi sihotang)