Ini Pesan Wali Kota dalam Penutupan Siantar Ramadhan Fair 2019 

Wali Kota Siantar, Hefriansyah saat memberikan piala kepada pemenang perlombaan.

Siantar, Lintangnews.com | Siantar Ramadhan Fair 2019 sudah berakhir. Kegiatan yang digelar Pemuda Remaja Muslim Siantar (Permusi) di sekitar Lapangan Adam Malik itu resmi ditutup Wali Kota, Hefriansyah, Sabtu (1/6/2019).

Hefriansyah dalam sambutannya berharap, Ramadhan Fair yang bernuansa hiburan religi itu dapat menjadi kegiatan yang bermakna bagi syiar Islam.

“Saya berharap ini menjadi perhelatan rutin yang digelar setiap Bulan Suci Ramadhan tiba. Ramadhan Fair harus tampil lebih baik, sehingga bisa menarik perhatian warga untuk menghadirinya,” kata Hefriansyah.

Karenanya, lanjut Hefriansyah, evaluasi harus terus dilakukan. Dengan demikian, Ramadhan Far di setiap edisinya selalu dinanti warga, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Yang lebih penting lagi, saya berharap kiranya Ramadhan Fair dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat Siantar. Semoga acara ini dapat berjalan lebih sukses lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata Wali Kota.

Hefriansyah juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H kepada seluruh warga Siantar, khususnya umat Muslim yang merayakan.

Harapannya, momentum Lebaran dapat menjadi perekat untuk kembali merajut nilai-nilai persatuan dan kesatuan, baik dalam berbangsa dan bernegara serta masyarakat guna perwujudan Kota Siantar yang semakin Mantap, Maju dan Jaya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Siantar Ramadhan Fair 2019, Roni Efendi Sinaga memohon maaf. Ia yakin masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Siantar Ramadhan Fair 2019.

“Kepada para pemenang lomba, daya ucapkan selamat dan untuk yang belum juara jangan berkecil hati,” paparnya.

Turut hadir dalam acara penutupan Siantar Ramadhan Fair 2019 itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Utari Siregar, Ketua TP PKK Siantar, Syahputri Hefriansyah, Ketua Dharma Wanita Siantar, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan masyarakat. (rel)