Ini Rekomendasi Rektor USI sebagai Moto Siantar untuk Disahkan Jadi Perda

Rektor USI, Corry Purba didampingi Amsar Saragih menyerahkan surat rekomendasi dan buku sebagai luaran dari FGD Quo Vadis Sapangambei Manoktok Hitei-Patunggung Moto Kota Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Senin (12/7/2021), kedatangan Rektor Universitas Simalungun (USI), Corry Purba didampingi Amsar Saragih (Ketua Pengurus Yayasan USI) bersama Wakil Rektor, Ulung Napitu (Staf Ahli Rektor) dan Marulam MT Simarmata diterima Ketua DPRD Kota Siantar, Timbul M Lingga bersama Astronout Nainggolan (Ketua Bapemperda) di ruang kerjanya.

Ini sebagai tindak lanjut hasil gelaran Forum Group Discussion (FGD) Quo Vadis Sapangambei Manoktok Hitei yang dilaksanakan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) USI pada bulan April 2021 lalu.

Dalam pertemuan itu, Rektor USI menjelaskan, tingginya concern terkait Moto Sapangambei Manoktok Hitei sebagai pola pikir dan pola tindak masyarakat dan pemerintah. Selain itu, Sapangambei Manoktok Hitei sudah lama terkristal dalam masyarakat.

“Ini membuat masyarakat, akademisi dan pihak lainnya duduk bersama untuk berdiskusi dan mengeluarkan konklusi agar moto itu memiliki legal standing dan sebagai pijakan dalam berkehidupan dan bermasyarakat di Kota Siantar,” terang Corry.

Ia menuturkan, hasil diskusi yang dikemas dalam buku itu diharapkan agar DPRD Siantar segera merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lambang Daerah Kota Siantar, dimana di dalamnya harus mencantumkan moto Sapangambei Manoktok Hitei.

Lanjutnya, dalam Prolegda Tahun 2021 Ranperda tentang Lambang Daerah dan Moto Kota Santar telah masuk, untuk itu DPRD segera menggunakan hak inisiatifnya dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tersebut. Sehingga tahun 2021 Perda itu dapat disahkan.

Corry juga menyampaikan, civitas akademika USI siap membantu dalam hal penyusunan, pengkajian dan pengkomunikasian dengan berbagai pihak, guna tercapainya Perda tentang Lambang dan Logo Kota Siantar.

Sementara itu, Astonout Nainggolan mengakui, 2 tahun terakhir dirinya mengetahui moto itu belum diperdakan. Dan terus mencari tau makna moto dimaksud.

Hal senada juga diamini Timbul Lingga. Dia berjanji untuk segera memprioritaskan pembahasan Ranperda tentang itu.

Diakuinya, tahun ini terdapat 18 Ranperda yang akan digodok DPRD, dan salah satunya tentang logo Siantar termasuk pencantuman moto.

Untuk memperkuat dan memperkaya dasar-dasar pemikiran akan itu, Timbul berjanji untuk segera melaksanakan public hearing, dan meyakinkan para tamunya agar Perda dimaksud disahkan DPRD Siantar tahun 2021 ini.

Usai berdiskusi cukup panjang, di akhir pertemuan, Rektor USI didampingi rombongan menyerahkan surat rekomendasi dan buku sebagai luaran dari FGD Quo Vadis Sapangambei Manoktok Hitei-Patunggung Moto Siantar (Rel).