Humbahas, Lintangnews.com | Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) terus berupaya menjadikan Kota Dolok Sanggul yang bersih dan nyaman.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kebersihan di ibu kota Humbahasd tersebut. Kini, Kota Dolok Sanggul lebih bersih dibandingkan puluhan tahun lalu.
Di sejumlah ruas jalan terutama di kawasan protokuler jarang dijumpai sampah berserakan. Siapa sangka dibalik itu semua, peran petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Humbahas.
Merek tak kenal waktu dan lelah, baik ketika terik panas dan hujan. Para petugas kebersihan ini sering ditemui di berbagai jalan Dolok Sanggul, untuk mengangkut dan membersihkan seluruh titik kota agar tidak kotor.
Apalagi ketika musim hujan seperti ini, banyak sampah yang menghambat saluran air. Bahkan sering menyebabkan terjadi banjir.
Meski setiap hari harus membersihkan berbagai jenis sampah, mereka selalu siap siaga untuk selalu menggerakkan tenaga, tangan dan kakinya demi keindahan maupun kebersihan. Hal ini agar Humbahas nyaman untuk dipandang maupun ditinggali.
Lewat sederet potret petugas kebersihan, saat ditemui Rabu (5/1/2022), Hotma Sidabutar bersama temannya, Putri Ayu Purba terlihat tengah membersihkan pasir di Jalan Lintas Dolok Sanggul-Siborongborong, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja.
Pagi yang cerah tidak membuat mereka itu lentur, tanpa kata lain mereka tidak menghiraukan maut menanti, demi upaya mewujudkan budaya hidup bersih untuk meraih Piala Adipura.
Hotma menceritakan, jika mereka sebutannya petugas kebersihan jalan, saluran air dan taman. Mereka bekerja mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB dan itu tanpa ada kata hari libur. Pasalnya, hari Minggu mereka juga melakukan kebersihan.
Di sela-sela berbagi cerita soal suka duka menjadi petugas kebersihan, mereka mengaku, miris melihat masih banyaknya warga Dolok Sanggul yang kurang peduli dengan kebersihan lingkungan. Pasalnya masih sering melihat membuang sampah sembarangan.
“Terkadang kurang ada timbal baliknya dari warga sekitar. Misalnya kami ketika menyapu jalan, belum ada beberapa langkah lewat ada warga yang gak tau sengaja atau tidak sengaja membuang sampah sembarangan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, ya sudah kita bersihkan lagi,” ucap Hotma.
Namun demi profesi, menurut ibu berumur 49 tahun ini, mereka melakukan itu untuk mewujudkan budaya hidup bersih. “Kami melakukan segala hal untuk mempertahankan kebersihan, berupaya untuk wujudkan budaya hidup bersih, selain karena ini profesi kami,” ucap Hotma diamini Ayu.
Selain mewujudkan budaya hidup bersih dari salah satu program Bupati Dosmar Banjarnahor, mereka juga berharap agar Humbahas dapat penghargaan Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Budaya hidup bersih selalu menjadi prioritas utama kami, agar Humbahas dapat penghargaan Adipura. Setelah dapat, masyarakat akan paham apa arti budaya bersih,” kata Hotma.
Menurutnya, wilayah Dolok Sanggul khususnya Jalan Sisingamangaraja/Jalan Merdeka merupakan daerah yang bisa dikatakan selalu berlangganan sampah. Kemudian, Jalan Pasaribu ujung menjadi langganan banjir.
Menurutnya lagi, untuk jam operasional atau jam kerja ada 4 zona atau titik-titik yang menjadi perhatian tim pasukan petugas kebersihan membersihkan sampah, selokan air dan pasir di jalanan. Satu tim terdiri dari 4 hingga 8 orang, tergantung dari lokasi atau wilayah yang akan mereka kerjakan.
Sebagai contoh, anggota tim yang terdapat di Kota Dolok Sanggul-Bakara berjumlah 4 orang, 8 orang Purba Dolok-Simpang Empat, 4 orang Sirisirisi dan Lapas 8 orang.
Seperti yang mereka kerjakan usai menyapu pasir, maka menuju kantor Bukit Inspirasi hingga ke Purba Manalu. Tim petugas kebersihan ini siap bekerja selama 24 jam.
Untuk kinerja selama ini, Hotma mengatakan, apa yang mereka lakukan sudah sebanding dengan yang didapat dalam hal ini gaji.
Sejak Dosmar Banjarnahor menjadi Bupati Humbahas tahun 2016 hingga 2021 sudah mengalami 2 kali petugas kebersihan itu mengalami kenaikan gaji yang semula dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 2 juta.
“Kalau disebut pahlawan, bisa juga. Karena kami berjasa menciptakan kebersihan. Mudah-mudahaan dari jasa kami ini mendapatkan Piala Adipura,” harapnya.
Hotma secara khusus berharap, agar kiranya di era kepemimpinan Dosmar, gaji sebagai petugas kebersihan dapat dinaikkan lagi. Bahkan yang diharapkan, Dosmar dapat mengangkat mereka menjadi pegawai.
“Saya sejak tahun 2010 sudah menjadi petugas kebersihan. Makanya diharapkan kalau bisa kami diangkat ada 6 orang perempuan yang sudah kerja sejak tahun 2010 dan gaji dinaikan lagi,” ujarnya.
Sementara Ayu mengaku, selama ini penghasilan yang diperoleh untuk menutupi biaya hidup sehari-hari keluarganya. “Iya kalau Rp 2 juta pas-pasan. Karena itu untuk saya dan anak-anak. Namun begitu pun, saya tetap bersyukur. Mudah-mudahan ada perubahan yang begitu besar nantinya,” tukasnya. (DS)



