Ini Tujuan Dispar Samosir Gelar Tata Kelola Destinasi Pariwisata

13
Bupati Rapidin Simbolon menyampaikan paparannya pada pembukaan Tata Kelola Destinasi Pariwisata.

Samosir, Lintangnews.com | Untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melaksanakan pelatihan tata kelola destinasi pariwisata di Hotel Parbaba Beach, Kamis (25/4/2019) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Rapidin Simbolon.

Rapidin menyampaikan, Kabupaten Samosir sebagai kekuatan utama pariwisata dan magnet bagi datangnya wisatawan domestik dan mancanegara ke kawasan Danau Toba, sehingga harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik dari sisi competence maupun performance.

“Competence bermakna bahwa SDM pariwisata, baik sebagai pelaku jasa pariwisata maupun masyarakat di sekitar objek wisata harus benar-benar memiliki kreatifitas, kemampuan berbahasa yang baik, tata kelola destinasi yang profesional dan memahami konsep-konsep digitalisasi. Sementara dari segi performance, masyarakat harus mampu menerapkan unsur-unsur sapta pesona yang berkarakter, konsisten dan melayani,” jelasnya.

Menurut Bupati, bisnis pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keunikan dan kekayaan alam, budaya, historis, kearifan lokal dan infrastruktur fisik. Tetapi harus juga menjamin kualitas sumber daya manusianya.

“Unsur pimpinan desa merupakan langkah yang tepat sebagai awal membangun pariwisata desa, sehingga sektor pariwisata benar-benar secara langsung bisa dirasakan masyarakat,” tambah Rapidin.

Bupati juga mengajak para unsur pimpinan desa agar segera menggali dan mengexplore sumber-sumber potensial desa.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar), Daulat Nainggolan dalam laporannya mengatakan, pelatihan tata kelola destinasi wisata tahun 2019 ini adalah upaya Pemkab Samosir dalam rangka menguatkan kapasitas SDM untuk mengelola, memberdayakan, melestarikan dan mengoptimalkan segala sumber daya yang ada khususnya desa potensial wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan dilaksanakannya pelatihan tata kelola yaitu, terciptanya dan terkelolanya potensi destinasi di pedesaan, sehingga mampu meningkatkan sumber pendapatan masyarakat di sekitar destinasi,” kata Daulat.

Sasaran dan peserta kegiatan dimaksud adalah Desa potensial wisata, Kepala Desa (Kades) atau Lurah dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Samosir sebanyak 40 orang.

Sementara narasumber terdiri dari Lurah Panggung Hardjo Sleman Yogyakarta, Wahyudi Anggoro Hadi dan Pendiri Dusun Kreatif Indonesia-Medan, Andi Eka. (asi)