Jalan Berair di Asahan Tetap Diaspal, Konsultan dan Pengawas Kompak Kabur

Kondisi badan jalan yang berarir, namun tetap dilakukan pengerjaan pengaspalan.

Asahan, Lintangnews.com | Pihak konsultan pengerjaan jalan hotmix dan pengawas dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Asahan kompak kabur meninggalkan lokasi pengerjaan hotmix di Dusun III Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.

Proyek senilai Rp 4.052.616.910 yang dikerjakan CV Budi Setia Perkasa itu ditinggalkan pihak konsultan dan pengawas, karena turunnya hujan mulai sore hingga malam hari. Akibatnya, areal jalan yang akan diaspal digenangi air.

Setelah hujan berhenti pihak konsultan dan pengawas melakukan pengecekan permukaan yang harus dihotmix, untuk diketahui apakah bisa dilanjutkan atau tidak pengerjaannya, Selasa (3/9/2019) malam.

Namun setelah dilakukan pengecekan ternyata pihak konsultan dan pengawas tidak berani untuk melanjutkan pengerjaan. Karena menurut mereka, permukaan jalan masih berair dan lembab.

Seperti diungkapkan oleh seorang  konsultan. “Kami sudah lihat permukaan jalan, bahwasanya untuk saat ini belum bisa dilakukan pengerjaan sebab baru selesai hujan. Ini harus dihentikan dilanjutkan esok harinya,” ungkapnya.

“Kami takut nantinya hasil pengerjaannya tidak bagus. Jadi kalau ini terus dikerjakan untuk pengerjaan  bagian yang ini, kami tidak bertanggung  jawab. Kalau hasilnya mulai dari yang kami beri tanda sampai mana nanti selesainya tidak bagus dan terjadi kerusakan itu bukan tanggungjawab kami,” tambahnya.

Karena itu, pihaknya tidak merekomendasikan pekerjaan tersebut karena dinilai tidak layak untuk dilanjutkan pengerjaannya pada hari itu.

Meskipun setelah pihak konsultan dan pengawas pergi meninggalkan lokasi  pengerjaan, terlihat pihak rekanan tetap melanjutkan proses pengerjaan hotmix walaupun sudah ada larangan.

Pengaspalan jalan berair di Asahan.

Pihak  rekanan melalui  mandor lapangan Suwarno (Isu) mengatakan ada sebanyak 8 unit truk yang membawa hotmix. Sehingga pihaknya tidak mau dirugikan dan tak mungkin juga hotmix dibawa pulang.

“Kami siap bertanggung jawab apabila nanti mulai yang diberi tanda sampai mana selesainya ada kerusakan, siap memberikan pertanggungjawaban,” lanjut Suwarno mengakhiri.

Pantauan lintangnews.com di lokasi, permukaan jalan masih  banyak yang berair dan lembab. Ditambah lagi hotmix yang digunakan dari truk diturunkan ke mesin mixer dalam keadaan basah bercampur air. Namun tetap digunakan untuk pengerjaan  hotmix. (Handoko)