Jatuh Hati, Pangulu di Dolok Pardamean Permainkan Janda Ditinggal Meninggal Suami

Handphone milik RW boru S berisikan pesan singkat dari oknum Pangulu inisial MJS.

Simalungun, Lintangnews.com | Seorang janda inisial RW boru S mengaku terlanjur jatuh hati kepada oknum Pangulu salah satu Nagori (Desa) di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, berinisial MJS.

“Empat tahun lah kami sama sejak 2014. Sudah banyak yang baik saya buat karena terlanjur jatuh hati. Sedikit pun gak ada diingatnya,” ucap RW boru S melalui telepon seluler, Sabtu (8/12/2018) sekira pukul 13.10 WIB.

Pengakuan, RW boru S, selama berhubungan dengan suami dari SV boru S, mereka pernah ke salah satu hotel kelas melati yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar.

“Selama kami berhubungan, istrinya SV boru S sudah tau. Pernah juga kami ke hotel yang dekat jembatan di Jalan Diponegoro,” ungkapnya sembari menyampaikan suaminya telah meninggal dunia dan bermarga Saragih Sumbayak.

Bahkan RW boru S pernah membawa, MJS ke Kecamatan Raya, untuk berobat karena mengalami sakit. “Sakit dia (MJS), sayayang bawa berobat. Sudah dibujuk marga Simarmata supaya damai, tapi gak mau dia,” tandasnya.

Selain itu, RW boru S mengaku pernah menelepon MJS. Namun, tak ada jawaban dan justru melayangkan pesan singkat melalui Short Message Service (SMS).

“Isi SMS nya ‘Molo ioloi ho dp hatakku ung itelp, hami lao Tebing (Kalau kau maui masih cakap ku, jangan ditelepon. Kami mau ke Tebing),” sebut RW boru S mengulang isi pesan singkat dari MJS.

Terpisah, MJS, saat coba dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp (WA) miliknya belum berhasil terkirim.

Namun sebelumnya, kepada salah seorang wartawan cetak, Sabtu (8/12/2018) sekira pukul 17.02 WIB, yang menjawab seorang perempuan mengaku istri MJS dan balik bertanya. “Kenapa? Ada apa? Apanya yang janggal?,” tanya perempuan itu sembari mengaku sebagai istri Pangulu.

Saat diberitahukan tujuan konfirmasi mengenai pengakuan RW boru S pernah mempunyai hubungan MJS, seketika suara perempuan itu meninggi. Bahkan menuding RW boru S adalah perebut lelaki orang (pelakor).

“Oh, berarti dia pelakor ya? Bisa saya adukan dia itu. Berarti, dia sengaja merusak rumah tangga saya itu,” ucapnya sembari kembali menyebut RW boru S seorang pelakor.

Ketika ditanya, pelakornya dari mana dan pernah memergoki keduanya, perempuan itu berdalih jika itu pengakuan RW boru S mempunyai hubungan dengan suaminya.

“Dia melapor sama bapak. Ada hubungan dengan suami saya. Hubungan apa? Hubungan asmara? Berarti, sama saja dong. Apa bedanya itu? Berarti merusak rumah tangga saya,” katanya.

Menurutnya, wajar melaporkan, RW boru S dan kenapa konfirmasi dengan suaminya. “Biar pun wartawan. Saya tidak tau itu,” ucapnya sembari menyampaikan jangan lagi ke nomor dimaksud. (zai)