Jelang Pilkades, Tokoh Agama, Adat, Marga dan Anak Rantau Hutagurgur Humbahas Doa Bersama

Kegiatan doa bersama yang digelar.

Humbahas, Lintangnews.com | Menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 22 November 2021 mendatang, ratusan tokoh agama, adat, marga dan anak rantau yang tergabung dalam Parsadaan (Persatuan) Hutagurgur (PHG) menggelar doa bersama, di Gereja HKBP Hutagurgur, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Minggu (7/11/2021) sore.

Adapun kedua calon Kepala Desa (Kades) Hutagurgur yang akan berkompetisi itu yakni, Jonny Jentri Simanullang nomor urut 1 dan Hotmartua Simanullang nomor urut 2.

Perlu diketahui, Jonny merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya pernah berkarir di Pemkan Tapanuli Utara (Taput). Sedangkan Hotmartua sudah pernah menjabat sebagai Kades dan seorang sintua (pelayan gereja).

Ketua Umum Parsadaan Hutagurgur (PHG) Jabodetabek, Poltak Situmorang didampingi Bendahara, Hotler Situmorang mengimbau, bakal calon Kades agar selalu menjaga ketertiban dan kedamaian, persatuan dan kesatuan, serta suasana kondusifitas sebelum dan sesudah perhelatan demokrasi Pilkades berlangsung.

“Jangan sampai terjadi gesekan dan pergulatan yang tidak diinginkan. Mari kita utamakan kesejukan,” kata Poltak mengingatkan.

Dia menyadari, pada umumnya saat penyelenggaraan Pilkades digelar rawan terjadi kegaduhan. Ia pun mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga suasana tetap kondusif.

“Kandidat dan timses harus siap menang dan siap kalah,” tegas Poltak kembali seraya mengingatkan agar Pilkades digelar tanpa Togu-Togu Ro (TTR) atau politik uang.

“Yang menang jangan merasa hebat (sombong), yang kalah jangan jadi stres, hindari itu,” sergahnya kemudian.

Sementara itu, Penasihat PHG, CH Robin Simanullang yang juga penulis buku “Hita Batak a Culture Strategy” berharap agar masyarakat Hutagurgur selalu mengedepankan ketenangan dan kedamaian dalam Pilkades ini .

Ia mengatakan, pada tahun 2016 saat ‘Partangiangan Bolon’ di Hutagurgur, masyarakat dan perantau telah bersepakat tentang pelaksanaan Pilkades secara damai.

“Ingatlah ikrar yang telah diucapkan pada tahun 2016 itu. Tidak boleh ada perpecahan akibat Pilkades. PHG netral dalam Pilkades ini,” kata Robin.

Dia juga berharap agar semua pemegang hak pilih dapat menggunakannya secara luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia), sesuai kehendak pilihan hati nurani masing-masing.

Fair play dan Elegan

Sementara itu, Sanco Simanullang yang juga putra Hutagurgur selepas acara doa bersama meminta agar kedua kandidat berkompetisi secara sehat dan elegan.

“Agar menjunjung tinggi fair play, elegan dan tetap mengedepankan kondusifitas,” tukas pria berkacamata itu yang juga aktif sebagai pengurus di Yayasan Kesehatan HKBP Pusat.

“Bagaimanapun kedua kandidat masih satu marga dan kerabat dekat,” imbuh Sanco yang juga sebagai Ketua Manullang Kota Medan.

“Yang pemenang jadi lah pengayom, yang kalah jadi lah legowo (berjiwa besar). Hindari konflik, jauhkan benturan yang tidak perlu, bertandinglah secara elegan,” katanya mengingatkan.

“Pilihlah supir (pemimpin) yang profesional, jangan asal supir. Dengan begitu, penumpang akan selamat sampai tujuan,” tutup Sanco didampingi Ramsus Simanullang, seorang guru yang bertugas di Laguboti Balige, Kabupaten Toba. (Edo)