Kades dan Kaur Keuangan se-Kabupaten Tapsel Kunjungi Agro Wisata Paloh Naga

Tarian daerah lintas etnis yang ditampilkan Sanggar Lingkaran.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Sebanyak.450 orang Kepala Desa (Kades) dan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan se-Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan kunjungan serta silaturahmi ke Agro Wisata Paloh Naga, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Rombongan diisambut Kades Denai Lama, Parnu dan Direktur BUMDes Sastro 316, Irwanto serta tarian daerah lintas etnis yang ditampilkan dari Sanggar Lingkaran Desa setempat.

Parnu dalam sambutannya menerangkan, Desa Denai Lama merupakan Desa paling ujung di Kabupaten Deli Serdang yang berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

“Desa Denai Lama ini merupakan Desa Wisata dan masuk nominasi 100 Desa Wisata dari 3.850 Desa se-Indonesia yang diperlombakan pada tahun 2021 lalu. Desa ini juga telah dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno,” jelasnya.

Dia menuturkan, di masa periode kedua menjabat, menitik beratkan bagaimana meningkatkan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang muaranya untuk meningkat pariwisata di Desa Denai Lama.

“Intinya kunjungan dari Tapsel ini, selain dapat bertukar ilmu dan informasi, juga menjadi cambuk semangat buat kami untuk lebih giat lagi mengelola Desa lewat pariwisata,” tutupnya.

Sementara itu, mewakili rombongan dari Tapsel, Muhammad Aripin Nasution selaku Kades Dolok Sordang, Kecamatan Sipirok menyampaikan, kunjungan mereka merupakan silaturahmi dan penguatan untuk pemberdayaan masyarakat.

“Kami datang kemari untuk belajar tentang pariwisata mewakili 215 Desa, 36 Kelurahan dan 15 Kecamatan,” katanya.

Aripin menjelaskan, di daerah mereka ada 6 lokasi wisata, dimana Sumber Daya Alam (SDA) sangat mendukung, namun SDM nya yang perlu ditiru dari Desa Denai Lama.

“Kami melihat kemandirian Desa dan Undang-Undang (UU) Desa di Desa  Denai Lama ini sudah cukup baik. Semoga dengan kunjungan ini dapat bermanfaat, dan akan kami aplikasi di Tapteng,” tutupnya.

Sebelumnya, Irwanto menjelaskan, awal berdirinya BUMDes Sastro 316 dan asal muasal daerah Paloh Naga. (Idris)