Tobasa, Lintangnews.com I Untuk menjaga generasi penerus bangsa diperlukan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam membuat suatu komitmen, menekan seminim mungkin serta mengawasi terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang dikenal sebagai daerah religius.
Ini membuat Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyambangi Polres Tobasa, untuk berkomitmen tidak ada kata damai buat pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak.
Kedatangannya langsung disambut Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo,vdidampingi Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di ruangan Vidcon Polres Tobasa, Jumat (22/11/2019).
Kunjungan Arist Merdeka dalam rangka apresiasi kepada Polres Tobasa atas penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Terhitung ada 40 kasus yang sudah ditangani PPA Polres Tobasa dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan, bahkan sipelaku sudah ditahan.
“Sudah selayaknya Polres Tobasa diberikan apresiasi. Kunjungan ini akan menjadi pertimbangan dalam laporan kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemen PPPA) untuk mendapatkan sertifikat,” sebut Arist Merdeka.
Disebutkan Arist Merdeka, Kemen PPPA jika tidak ada aral melintang di bulan Desember 2019, akan memberikan sertifikat penghargaan kepada setiap Polres di Indonesia yang serius menangani kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Hal ini yang diupayakan pihak Komnas PPA.
Sementara AKBP Agus Waluyo menegaskan, terkait kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak tidak ada kata damai bagi Polri, khususnya Polres Tobasa. Sebab menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa, masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lanjut AKBP Agus, kasus seperti ini mereka pastikan akan ditindaklanjuti secara profesional. Ini agar menjadi pembelajaran efek jera bagi pelaku-pelaku kejahatan terhadap anak. Sehingga dapat ditekan seminim mungkin di wilayah hukum Polres Tobasa.
“Bagi pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, kita tidak memandang siapapun pelakunya. Akan kita tindak dan proses secara profesional, dengan mengumpulkan bukti yang akurat dan saksi, untuk menjerat pelaku,” tukasnya.
Selanjutnya Komnas PA dan Polres Tobasa sepakat membuat komitmen agar tidak ada kata damai terhadap pelaku kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Komitmen dilakukan dengan berjabat tangan Ketua Umum Komnas PA dan Kapolres Tobasa.
Kedepannya Polres Tobasa akan melibatkan Babin Kamtibmas di setiap Desa untuk mengawasi dan memberikan pengawasan kepada tindak kekerasan dan kejahatan terhadap anak.
Dalam mendukung langkah ini, pentingnya Peraturan Desa (Perdes) terkait perlindungan terhadap anak.(asri)


