Kasus Kampak Merah, Dituntut 18 Tahun Penjara dan Hakim Putus 9 Tahun

Terdakwa Kampak Merah saat menjalani persidangan PN Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Disaksikan sejumlah pengurus Front Pembela Islam (FPI), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi yang diketuai Sangkot Tobing, dengan Albon Damanik dan Diana Gultom menjatuhi hukuman 9 tahun penjara, denda Rp 1 miliar pasal 112 pada terdakwa Bambang Kurniawan alias Kampak Merah terkait kasus narkoba, Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya, 3 pekan lalu, jaksa Sai Sintong Purba menuntut terdakwa selama 18 tahun penjara pasal 114 ayat 2 KUHPidana. Atas putusan itu, terdakwa malah banding, begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dikatakan terdakwa sudah pernah dihukum kasus narkoba.

Sebelumnya, Kamis (6/9/2018) sekira pukul 22.00 WIB, Kampak Merah ditangkap petugas BNNK Tebingtinggi di Perumahan Sudirman Bisnis Centre Jalan Sudirman No B 10, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Kampak Merah ditangkap berdasarkan  informasi yang dapat dipercaya, jika di Perumahan Sudirman Bisnis Centre, ada orang sedang memiliki atau menguasai narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Mendapat informasi itu, petugas BNNK melakukan penyelidikan. Sesampainya di tempat itu, para petugas melihat Kampak Merah sedang berdiri di depan rumahnya dan gerak-geriknya mencurigakan, sehingga langsung menangkap dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Kemudian dilakukan penggeledahan di dalam rumah. Dari atas lemari hias ruang tamu lantai 1 rumah Kampak Merah ditemukan 3 plastik warna bening berisi sabu, 11 butir pil ektasi warna hijau dan 1 set alat hisap sabu.

Sedangkan dari dalam laci lemari kamar lantai 2 ditemukan 6 paket plastik bening berisi sabu. Satu butir pil ekstasi warna hijau, 2 butir pil ekstasi warna biru, 3 butir pil ekstasi warna merah maroon dan 1 pil ektasi warna merah muda.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor BNNK Tebingtinggi untuk diproses.

Setelah diperiksa, terdakwa mengaku membeli sabu dan ekstasi dari seseorang di Jalan Mangkubumi, Kota Medan. Dirinya membeli sabu dengan harga Rp 700 ribu per gram dan pil ekstasi Rp125 ribu per butir.

Majelis hakim memutuskan juga barang bukti itu dimusnahkan. (purba)