Kasus Karyawan PT Agung Beton, Penyidik Diminta Periksa Direktorat Perusahaan dan Saksi Ahli Dinas PUPR

Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto dan Kanit I Jahtanras, Ipda Wilson Panjaitan saat menggelar konferensi pers.

Siantar, Lintangnews.com | Kasus kecelakaan kerja yang menimpa korban Teguh Syahputra Ginting (19) mengakibatkan tangan sebelah kirinya harus diamputasi, akibat digilas mesin konveyor, ketika sedang bekerja di perusahaan PT Agung Beton Persada Utama (ABPU) pada tanggal 15 April 2020 silam, disebut masih ditangani penyidik unit Sat Reskrim Polres Siantar.

Baru-baru ini penyidik yang menangani kasus kecelakaan kerja menimpa Teguh Syahputra diminta supaya menghadirkan dengan memeriksa Direktorat Perusahaan dan saksi ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataraan Ruang (PUPR).

Hal ini dikatakan Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto ,serta Kanit I Jahtanras, Ipda Wilson Panjaitan kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

“Usai menerima laporan tanggal 20 September 2020 lalu, kami langsung mengambil langkah memanggil baik saksi maupun pelapor. Setelah memenuhi dua alat bukti, kami menahan 2 orang tersangkanya yakni Martua Marolop Manik dan Indra Lesmana Manik,” kata AKBP Boy.

Setelah menetapkan dan menahan kedua tersangka, penyidik langsung mengirimkan berkas perkara kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar. Kapolres mengaku, berkas perkara ini dikirim tepatnya tanggal 22 Desember 2020 silam.

Sambungnya, hanya saja tanggal 5 Januari 2021 lalu, pihak Kejaksaan menganggap berkas kedua tersangka masih belum lengkap, sehingga dikembalikan lagi kepada penyidik.

Sesuai dengan petunjuknya, penyidik diminta supaya menghadirkan Direktorat Perusahaan dan saksi ahli dari Dinas PUPR. “Saksi ahli Dinas PUPR dihadirkan untuk mengetahui mekanisme kerja di perusahaan tersebut,” ucap AKBP Boy.

Lanjut Kapolres kejadian kecelakaan kerja yang menimpa Teguh Syahputra ketika sedang membersihkan batu pasir yang lengket pada mesin konveyor akibat kerusakan pada karet belting yang telah koyak, tepatnya tanggal 15 April 2020 silam.

Ketika sedang merapikan karet belting yang rusak pada mesin konveyor di tempat kerjanya beralamat di Jalan Medan, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba ini, entah bagaimana mesin dinamo konveyor dinyalakan tersangka Indra Lesmana, salah satu asisten operator.

Ini mengakibatkan tangan sebelah kiri korban tergilas mesin, sehingga mengalami luka cukup parah. Sementara tangan sebelah kiri harus diamputasi.

“Kami tidak mengurusi persoalan di luar kasus ini.Jelasnya kami hanya fokus penanganan kasus kecelakaan kerja yang dilaporkan korban. Kami masih bekerja melengkapi berkas perkara yang telah dikembalikan sesuai petunjuk Kejaksaan,” tandas Kapolres. (Elisbet)