Kasus KDRT Pejabat Pemko Tebingtinggi Segera Disidangkan

Tersangka KDRT, Teja Adrian.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Isu miring kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilakukan oknum pejabat Pemko Tebingtinggi, Teja Adrian akan dihentikan sama sekali tak benar.

Ini ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Muhammad Novel melalui Kasi Pidum, Okto Samuel Silaen, Selasa (9/4/2019), jika kasus KDRT itu tetap lanjut.

“Meskipun pelaku tidak dilakukan penahanan lagi sehubungan mereka sudah berdamai, kasusnya berlanjut. Kasus KDRT dengan tersangka Teja Adrian dinyatakan P21 (lengkap).

Kasus yang melibatkan Kepala Bidang (Kabid) PBB di Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) itu akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi untuk disidangkan majelis hakim beberapa hari kemudian.

“Berkas telah dinyatakan lengkap (P21). Saat ini masih menyusun kembali berkasnya,” ucap Okto.

Dia mengatakan, penyerahan tersangka Teja Adrian dan barang bukti dilakukan pihak Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi pada Kamis (7/2/2019). Di Polres Tebingtinggi tersangka sempat ditahan.

Okto menuturkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menangani berkas perkara nomor : BP/012/ IX/2018, dengan tersangka Teja Adrian melanggar pasal 44 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Sebelunya kasus ini dilaporkan Fitri Rohani (istri Teja) dengan nomor : LP/339/IX/2018/SU/RES.T.TINGGI/SPKT.TT tertanggal 05 September 2018 lalu.

Ketika itu Fitri melihat Teja sedang berada di dalam mobil bersama wanita idaman lain (WIL) di Jalan Sudirman, Kota Tebingtinggi. Lalu Fitri memegang baju WIL dalam keadaan mobil berjalan, sehingga terseret beberapa meter dan jatuh ke aspal. (purba)