Kasus Penipuan, Asiang Warga Bandar Sono Tak Ditahan

Terdakwa Asiang didampingi JPU.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Persidangan kasus penipuan yang dilakukan  terdakwa Budi alias Asiang mendapat perhatian dari warga Perumahan Citra Harapan, Kelurahan Bandar Sono, Kota Tebingtinggi, Kamis (2/5/2019 ).

Terdakwa Asiang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juni Telambanua dalam sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Tanti Manalu. Namun diketahui terdakwa tidak ditahan.

Disebutkan jika terdakwa di antara waktu-waktu tanggal 27 Desember 2017 sampai 1 Maret 2018 bertempat di komplek Perumahan Citra Harapan Blok E No  64 tersangkut kasus penipuan. Diakui terdakwa jika dirinya sudah berdamai dan dibuktikan dengan adanya surat perjanjian.

Menurut Asiang, dirinya sudah ada melakukan pencicilan hutang. Namun baru berjalan pembayaranm justru pihak perusahaan membuat pengaduan.

Sebelumnya, terdakwa pada bulan Desember 2017 menndatangi toko PT Agung Budi Lestari di Dusun I Desa Pelanggiran, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara dan bertemu dengan saksi Himawan Loka.

Ketika itu, terdakwa bermohon, ingin mengambil barang-barang berupa karet gelang, plastik PE, plastik HD, plastik asoy, tali plastik hitam, karet gelas super, pipet bengkok, gelas Aqua, plastik PP, tutup pop ice, tisu dan beberapa barang plastik lainnya milik PT Agung Budi Lestari untuk dijual kembali.

Bahkan terdakwa juga menjanjikan akan membayar barang-barang yang diambilnya. Ini setelah barang itu laku atau terjual.

Percaya akan janji itu, Himawan Loka menerima permohonan terdakwa dengan syarat setelah 30 hari sejak barang diambil, harus membayar secara lunas barang yang diambilnya kepada kasir PT Agung Budi Lestari, Lim Ai Na.

Ssetelah permohonannya disetujui, maka terdakwa sejak tanggal 27 Desember 2017 hingga 1 Maret 2018 mulai memesan barang-barang melalui Himawan Loka. Selanjutnya Himawan menyuruh terdakwa untuk mengambil barang pesanannya di Jalan Pukat Banting I No 61 D, Kota Medan.

Semua barang-barang yang diambil terdakwa diantar ke rumahnya di komplek Perumahan Citra Harapan Blok E No 64. Bahkan selalu tercatat dalam lembar bon pengambilan barang (sales invoice).

Terdakwa menjual barang-barang yang diambilnya ke Toko Asen, Toko Karolina di Kampung Pon, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Toko Putri di Batubara.

Akan tetapi sejak terdakwa mengambil barang-barang itu, sengaja tidak melakukan pembayaran kepada kasir PT Agung Bumi Lestari.

Padahal sesuai keterangan terdakwa, barang-barang yang diambilnya sudah terjual habis ketoko-toko. Sehingga tidak ada alasan terdakwa untuk tidak membayar barang yang diambilnya dari PT Agung Bumi Lestari.

Padahal terdakwa sudah menjanjikan 30 hari sejak pengambilan barang terdakwa harus membayar barang-barang yang diambilnya. Hal ini diakui terdakwa di depan majelis hakim.

Diakui terdakwa, dirinya mempunyai bon hutang senilai Rp 200 juta lebih dan baru dicicil Rp 10 juta akibat uang sudah terpakai.

Dalam dakwaan pertama, perbuatan terdakwa merupakan kejahatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378  KUHPidana jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. (purba)