Kasus Sabu, PN Tanjungbalai Vonis Anton 18 Tahun Penjara

Persidangan kasus narkotika secara virtual.

Tanjungbalai, Lintangnews com | Salah satu kasus narkotika dengan terdakwa Anton alias CL yang menyita perhatian publik disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai.

Sidang yang beragendakan putusan itu digelar Selasa (9/8/2022) di ruang Cakra PN Tanjungbalai.

Majelis Hakim yang dipimpin Ketua PN Tanjungbalai, Yanti Suryani, dengan hakim anggota Joshua Sumanti dan Muhammad Sacral Ritonga memvonis CL dengan hukuman pidana penjara 18 tahun, denda Rp 2,5 miliar dan apabila tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan penjara.

Vonis ini jauh lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti Lisa Evrianty Tarigan yakni 9 tahun kurungan penjara. Atas vonis itu, terdakwa menyatakan banding dan JPU pikir-pikir.

Penangkapan itu bermula saat Kasat Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai menerima informasi dari personel TNI AL Tanjungbalai-Asahan bahwa ada penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia ke Tanjungbalai yang masuk lewat jalur laut.

Dari hasil interogasi, CL mengaku baru membeli 3 bungkus sabu dari seseorang berinisial RN yang diterima melalui perantara berinisial HR sebesar Rp 360 juta per Kg nya.

Tim kemudian menggeledah rumah CL dan menemukan barang bukti 1 bungkusan kecil plastik klip transparan berisi sabu berat kotor 0,68 gram di dalam lemari buku yang ada di ruang tamu.

Tersangka CL mengaku, jika berhasil menjual 3 bungkus sabu itu akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 60 juta.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sabu seberat 3,15 Kg. (Yuna)