KCD Pertanian Hatonduhan ‘Tantang’ Kadistan Proses Pelaku Pungutan Penyebab Pupuk di Atas HET

Kadistan Simalungun, Ruslan Sitepu dan PPL Kecamatan Hatonduhan, Sanni Silalahi.

Simalungun, Lintangnews.com | Koordinator Cabang Dinas (KCD) Pertanian Kecamatan Hatonduhan yang lama ‘tantang’ Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pemkab Simalungun, Ruslan Sitepu segera memproses pelaku pungutan penyebab pupuk pemerintah di atas Harga Eceran Tertinggi (HEat).

“Kalau ada yang kutip pak, kita proses saja, supaya ada per bahan,” tulis pesan singkat KCD Pertanian yang lama kepada Kadistan.

Hal itu dibenarkan Ruslan Sitepu, Minggu (5/12/2021). Upaya Kadistan meminta keterangan KCD Pertanian yang lama di Hatonduhan itu terjadi setelah lintangnews.com menyampaikan bahwasanya oknum Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Sanni Silalahi pelit dikonfirmasi wartawan.

Menurut KCD yang lama kepada Kadistan, dirinya tidak ada mengutip sesen pun. Melainkan mereka hanya menginformasikan harga HET. “Kami tidak ada mengutip sesen pun. Kami hanya kepada petani harga HET,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, sampai saat ini dirinya tidak tau perihal kios pupuk yang baru di Nagori Tangga Batu atas nama Johannes Sipayung. “Belum ada pemberitahuan,” imbuhnya kemudian membantah kebenaran yang disampaikan lintangnews.com

“Perihal kios Romauli melakukan pungutan per kios pengecer per zaknya Rp 5.000 untuk PPL itu tidak benar, dan kami tidak pernah mengetahuinya,” tegas KCD yang lama.

Terpisah, Sanni Silalahi setelah KCD yang lama membantah dan menantang Kadistan, justru kompak membantah, “Gak ada itu. Saya gak tau soal kios di Tangga Batu,” sebutnya.

Sanni menegaskan, dirinya bukan PPL untuk Nagori Tangga Batu. “Itu bukan wilayah binaan saya. Saya tidak tau soal pungutan yang bapak bilang,” tandasnya. (Zai)