Kejari Balige Tetapkan 6 Tersangka Pengadaan Perahu Kayak Disparbud Toba

Kasi Intel Kejari Balige, Gilbert Tindaon didampingi Kasi Pidsus, Richard Sembiring.

Toba, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige tetapkan 6 orang tersangka proyek pengadaan peralatan perahu kayak di Internasional Toba Kayak Marathon yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Toba Tahun Anggaran (TA) 2017.

Diketahui kasus itu selama ini masih dalam proses penyidikan. Kejari Balige sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, termasuk penyitaan dokumen dan alat bukti.

Keenam tersangka yakni, inisial US (Pejabat Pembuat Komitmen atau Kepala Disparbud), SS (rekanan Direktur CV Sopo Citra Utama), NT (Wakil Direktur Sopo Citra Utama), ST (Ketua PPHP), HB (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan AL (Panitia merangkap pengurus barang dan jasa).

“Para tersangka diterapkan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Penetapan para tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan dugaan kerugian negara sebesar Rp 300.000.000,” sebut Kepala Seksi Intel, Gilbert Tindaon Kasi Pidsus, Richard Sembiring, Rabu (16/9/2020) di ruang kerjanya.

Menurutnya, kegiatan pengadaan perahu kayak sebanyak 6 unit itu menggunakan dana APBD tahun 2017 Kabupaten Toba dan diduga terjadi penyelewengan atau dugaan korupsi.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata pengadaan perahu kayak sebanyak 6 unit juga ada menerima bantuan dari perusahaan BUMN/BUMD,” papar Gilbert.

Dalam kasus ini, Kejari Balige sudah memeriksa 12 orang saksi dan mengamankan 3 unit perahu kayak sebagai alat bukti.

“Saat ini belum dilakukan penahanan, karena keenam tersangka masih tetap kooperatif. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lanjutan akan terus dilakukan. Dan nanti akan dilakukan penahanan terhadap para tersangka,” ujar Gilbert. (Frengki)