Kejari Padang Sidimpuan Musnahkan Barbut Tindak Pidana Umum

Pemusnahan barang bukti tindak pidana umum di depan kantor Kejari Padang Sidimpuan.

Padang Sidimpuan, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Sidimpuan memusnahkan sejumlah barang bukti (barbut) dari berbagai tindak pidana umum, berupa narkotika, judi, pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) selama tahun 2020, di halaman kantor Kejari setempat, Kamis (17//12/2020).

Pemusnahan barang bukti yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang Sidimpuan, Hendry Silitonga itu dihadiri Wali Kota, Irsan Efendi Nasution, Kapolres, AKBP Juliani Prihartini, mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan (Tapsel), Ketua Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Lucas Sahabat Dhuha, para Kepala Seksi (Kasi) Kejari, Tokoh Masyarakat, Ulama dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam laporannya, Kasi Barang Bukti, Ravendra mengatakan, pemusnahan barang bukti tindak pidana umum ini berdasarkan pasal 270 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-002/A/JA/05/2017 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Benda Sita Eksekusi.

Adapun jumlah perkara sebanyak 103 perkara, dengan jenis perkara tindak pidana narkotika, judi, curas dan curat serta jenis dan kuantitas barang bukti berupa ganja seberat 23.220, 55 gram, sabu 30, 93 gram, alat hisap narkotika (bong) ,11 buah alat judi, 23 unit handphone (HP), 3 unit timbangan elektrik, 2 buah besi dan  5 buah senjata tajam.

“Pemusnahan barang bukti ganja dan alat judi dilakukan dengan cara dibakar di dalam tong. Sementara baramg bukti sabu dimusnahkan dengan cara diblender dan dilarutkan dalam air. Sedangkan HP dan timbamgan elektrik dihancurkan dengan martil dan senjata tajam dipotong-potong menggunakan gerinda potong. Semua barang bukti yang dimusnahkan ini telah memperoleh kekuatan hukum tetap ( in krackh),” ujar Ravendra.

Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar.

Wali Kota, Irsan Efendi Nasution memberikan apresiasi kepada jajaran Kejari Padang Sidimpuan yang telah melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, sehingga masa depan anak bangsa banyak yang terselamatkan dari bahaya narkotika.

“Pemusnahan barang bukti narkotika secara transparansi ini sebagai wujud komitmen bersama dalam pemberantasan narkoba yang telah mengancam dan meracuni generasi muda,” ujar Irsan.

Usai pemusnahan barang bukti, Kajari mengatakan, pemusahan barang bukti merupakan bentuk transparasi Kejari Padang Sidimpuan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan tindak pidana, sekaligus untuk mengantisipasi penyalagunaan barang bukti sitaan oleh oknum.

“Pemusnahan ini merupakan program rutin berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya dalam tindak pidana narkotika. Ini sekaligus antisipasi terhadap penyalagunaan oleh oknum maupun hilangnya barang bukti,” ungkap Hendry Silitonga.

Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan instruksi pimpinan Kejaksaan dan wajib dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. “Pemusnahan barang bukti ini sebagai bentuk transparansi informasi publik serta menjalin sinergi antar instansi pemerintah dan masyarakat,” tegas Kajari. (SS)