Kemen PPPA Diminta Turun Tangan Atasi Kasus Bocah Disodomi 10 Pria di Medan 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)  diminta turun tangan atasi kasus bocah disodomi oleh 10 orang pria dewasa di Kota Medan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus sodomi tersebut.

“Kasus sodomi dialami korban yang masih berusia 10 tahun tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Karenanya, Kemen PPPA diharapkan berperan dalam memecahkan persoalan ini,” tegas Junaidi Malik dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Junaidi, kasus sodomi ini menuntut perhatian serius dari Kemen PPPA, indikatornya karena korban sangat membutuhkan pendamping serius mulai Psikiater sampai siskologi.

“Kami (LPA dan pengacara hukum korban) yang menangani kasus sodomi itu bekerja ikhlas tanpa mengharapkan biaya. Dari itu lah, butuh dukungan besar dari Kemen PPPA untuk memenuhi kebutuhan korban,” imbuhnya.

Sejauh ini, sebut Junaidi LPA bersama pengacara hukum sudah memberikan pendampingan terhadap korban ke Minauli Consulting, salah satu layanan psikologi di Kota Medan.

“Di sana (Minauli Consulting) korban, ditangani psikolog berpengalaman, Irna Minauli secara gratis. Tetapi, pihak Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan tak berkenan. Pendamping harus ditunjuk dari mereka, namun biaya dibebankan kepada keluarga korban. Tentu hal itu sangat memberatkan,” sebutnya.

Junaidi pun berharap, Kemen PPPA segera turun tangan melakukan langkah-langkah terhadap korban.

“Presiden Jokowi sudah menjadikan kejahatan terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa. Dari itu, kini kasus sodomi itu telah menyeruak, maka semua pihak harus bertanggung jawab, terlebih lagi Kemen PPPA,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seorang bocah laki-laki berinisial RAP (10) warga Kecamatan Medan Denai, Kota Medan disodomi oleh 10 orang pria dewasa, Senin (23/8/2021).

Dalam aksi bejat para pelaku, anak yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di salah satu sekolah swasta di Medan Amplas ini diancam pakai pisau dan kakinya sebelah kiri dibakar menggunakan puntungan rokok.

Kasus itu sudah ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan. Tetapi, hingga detik ini kasusnya masih mengambang dengan belum menangkap para pelakunya. (Idris)